Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sama Rendah, Dari Komunitas Hip-Hop Bertransformasi Menjadi Grup Rap dengan Sentuhan Old School

Nasya Rahaya • Minggu, 4 Agustus 2024 | 07:08 WIB
KEBANGGAAN: Hip-hop Samarinda masih menyala, Ovant, Gesid, dan Albert menwarkan suasana old school yang menyegarkan permusikan hip-hop di Samarinda.
KEBANGGAAN: Hip-hop Samarinda masih menyala, Ovant, Gesid, dan Albert menwarkan suasana old school yang menyegarkan permusikan hip-hop di Samarinda.

 

KALTIMPOST.ID, Di tengah geliat musik Indonesia, Sama Rendah muncul sebagai napas segar bagi pecinta hip-hop, khususnya di Kalimantan Timur.

Berdiri sejak 2013 sebagai komunitas hip-hop, Sama Rendah awalnya berfungsi sebagai wadah bagi berbagai elemen budaya hip-hop seperti breakdance, beatbox, gravity, dan Disc Jokey (DJ).

Anggotanya 20-an orang, ada grup dan solo. Namun, sejak awal 2024 mereka bertransformasi menjadi grup rap dengan tiga personil—Ovant, Gesid, dan Albert—yang menawarkan nuansa old school yang menyegarkan pasar musik hip-hop Indonesia.

Transformasi ini, menurut Ovant, adalah langkah strategis untuk fokus pada genre rhymes and poetry (RAP).

Momen penting dalam perjalanan mereka ditandai dengan perilisan single pertama mereka, "Scratch Da Town," pada Maret 2024.

Single ini adalah hasil kolaborasi dengan DJ Dellen asal Surabaya dan diproduksi di Samarinda serta Surabaya.

Lagu ini bukan sekadar peluncuran, melainkan sebuah deklarasi dari perubahan arah mereka. “Scratch Da Town” mengusung nuansa boom bap, sebuah gaya RAP yang menyatukan elemen-elemen old school dengan gaya kontemporer.

Melalui Borneo Tribe Records, Sama Rendah tidak hanya merilis single tetapi juga meluncurkan produk kreatif tambahan seperti video lirik, musik video, dan podcast yang membahas makna dari lagu tersebut.

Diproduseri oleh Octavian Kuntho Anggono, single ini juga menjadi jembatan menuju album perdana mereka, “Kotak Hitam,” yang dijadwalkan rilis pada Oktober mendatang.

Kotak Hitam ini kumpulan single yang bercerita tentang apa yang mereka lalui dan alami selama satu dekade mereka berkarya. Ada sekitar 16 lagu yang akan melengkapi album ini.

Selain karya musik, Sama Rendah juga aktif menggelar berbagai acara untuk mendukung komunitas hip-hop di Samarinda.

Sejak 2015, mereka pernah mendatangkan Brother D dari Surabaya dan meluncurkan konten seperti “Rap Cypher” di kanal YouTube mereka, ngeRAPotin, yang menampilkan pelaku RAP dari Kaltim hingga Yogyakarta.

Meski baru terbentuk sebagai grup rap, Sama Rendah tetap menghadapi tantangan besar. Ovant mengakui bahwa peminat RAP di Samarinda masih relatif kecil dibandingkan kota-kota besar seperti Jogjakarta dan Jakarta, atau bahkan Maluku dan Papua.

Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat mereka. “Kami melihat kemajuan dengan munculnya komunitas RAP baru seperti Nineteen Place dan Rhyme Block, yang menunjukkan bahwa hip-hop di sini sedang berkembang,” tambahnya.

Dengan rencana rilis album perdana yang semakin dekat, Sama Rendah berharap bisa menjadi pelopor hidupnya kembali penikmat genre rap di Kaltim khususnya Samarinda. (ndu)

 

Editor : Dwi Puspitarini
#Sama Renda #Hip hop Samarinda #musik indonesia