Sound Artist Asal Samarinda Rilis Album Bareng Eks Drummer Sepultura

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:18 WIB
RILIS: Sound artist asal Samarinda rilis album bareng eks drummer Sepultura. IST/KP
RILIS: Sound artist asal Samarinda rilis album bareng eks drummer Sepultura. IST/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sound artist asal Samarinda, Theo Nugraha, mendapat ruang dalam satu rilisan dengan Iggor Cavalera, mantan drummer sekaligus pendiri Sepultura.

Keduanya bersama dua kolektif musik ekstrem dari Amerika Serikat dan Jepang tampil dalam album 4-way split bertajuk Prosthetic Reality yang dirilis label asal Zaragoza, Spanyol, Drama Recorder, 31 Agustus 2026.

Rilisan tersebut hadir dalam dua format fisik terbatas, yakni piringan hitam 12 inci berbobot 180 gram dengan format Multi-Colored Marble Vinyl sebanyak 100 kopi dan kaset pita analog Handmade C-40 Ferro sebanyak 50 kopi. Theo menyebut, produksi terbatas itu menjadi bagian dari pengarsipan komunitas musik ekstrem global.

Baca Juga: Protes Harga Tiket Naik, Pusamania Tegaskan Boikot Pertandingan Pembuka di Segiri

Album tersebut memuat empat materi dari proyek musik ekstrem yang berasal dari empat negara. Selain Theo Nugraha bersama Savage Doctrine, terdapat Black Leather Jesus dari Amerika Serikat, Incapacitants dari Jepang, serta Iggor Cavalera.

Pada sisi A, album dibuka dengan “Manic Men” milik Black Leather Jesus berdurasi 9 menit 46 detik. Materi tersebut melibatkan Sean E. Ramirez, Richard Ramirez, Thomas Puopolo, Anjilla Ulfhednar, Scott Kindberg, Kevin Novak, dan Domokos.

Disusul “Release of Demon Rice” dari Incapacitants dengan durasi 9 menit 57 detik. Materi itu dikerjakan T. Mikawa dan F. Kosakai yang masing-masing menangani elektronik dan vokal.

Sementara sisi B menghadirkan karya Iggor Cavalera berjudul “Present to be Absent”. Materi berdurasi 10 menit 53 detik itu dikomposisi dan direkam di London pada Februari 2026, kemudian menjalani proses mixing dan mastering oleh BOT di balancemixingandmastering.

Baca Juga: Pasar Otomotif Kian Bergairah, Suzuki Apresiasi Tujuh Pembeli Pertama XL7 Hybrid di Balikpapan

Theo bersama Savage Doctrine menutup rilisan tersebut melalui “Distortion Storm” berdurasi delapan menit. Theo menangani elektronik dan field recording, sedangkan Savage Doctrine mengerjakan electronic & layered sound mix. Keduanya mengomposisi sekaligus merekam materi tersebut, dengan proses mixing dan mastering dikerjakan Savage Doctrine pada 2026.

Tidak hanya menjadi salah satu pengisi, Theo juga terlibat dalam produksi album. Ia bersama Antonio Drama bertindak sebagai produser, sekaligus menangani rancangan visual sampul Prosthetic Reality.

“Kolaborasi tersebut mempertemukan seniman bunyi dari Samarinda dengan sejumlah nama dalam jaringan musik ekstrem internasional,” ucap Theo.

Pengembangan proyek dilakukan secara mandiri dari Samarinda melalui pendekatan D.I.Y. atau Do It Yourself. Bagi Theo, pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses produksi sekaligus cara mengembangkan jejaring di skena musik ekstrem.

Prosthetic Reality diproduksi secara terbatas untuk kebutuhan pengarsipan komunitas global. Piringan hitam dan kaset album tersebut dapat diakses melalui saluran resmi Drama Recorder dan Theo Nugraha di Bandcamp. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Theo Nugraha sound artist Samarinda eks drummer Sepultura Sepultura Iggor Cavalera