KALTIMPOST.ID, Wisata kapal pinisi menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah disiapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemenhub melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kemenhub telah menetapkan dua rute untuk layanan kapal pinisi yang akan berlayar di Teluk Balikpapan ini.
Yakni dari Pelabuhan Semayang menuju dan melewati (passing) Jembatan Pulau Balang kemudian memutar di Dermaga PT ITCI KU, dan kembali ke Pelabuhan Semayang. Kedua adalah rute yang berkebalikan, yaitu Dermaga PT ITCI KU menuju dan melintasi (passing) Jembatan Pulau Balang (passing) ke Pelabuhan Semayang (memutar) dan kembali lagi ke Dermaga PT ITCI KU.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan rencana pelayaran kapal pinisi untuk wisata menuju IKN merupakan langkah penting. Untuk memperkenalkan IKN kepada masyarakat luas, terlebih lagi potensi wisata di perairan Balikpapan sangat menarik untuk dinikmati.
“Potensi wisata di perairan Balikpapan yang masih hijau dan alami sangat mengagumkan. Sayang sekali apabila tidak dimaksimalkan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/6).
Budi Karya Sumadi telah melakukan peninjauan terhadap lokasi yang akan menjadi rute dari kapal pinisi wisata IKN ini. Kunjungan ini didampingi Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Laut Hartanto, dan Kepala KSOP Balikpapan Bharto Ari Raharjo.
Menhub mengunjungi Pelabuhan Punggur dan Pelabuhan ITCI di Kecamatan Sepaku, PPU, serta Pusat Suaka Orangutan di Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar). “Lokasi ini rencananya akan menjadi rute pelayaran kapal pinisi untuk kepentingan wisata di wilayah Balikpapan, khususnya untuk menuju kawasan IKN,” terang dia.
Nantinya, waktu keseluruhan pelayaran kapal pinisi ini diperkirakan selama 3 jam 30 menit. Sepanjang perjalanan, lanjut Menhub, wisatawan nantinya bisa menikmati beragam pengalaman menarik. Mulai dari wisata kuliner, mengunjungi gedung serba guna, dan Jembatan Pulau Balang yang estetik. Serta menikmati wisata alam hutan bakau, penangkaran orangutan, hingga melihat hewan endemik lainnya.
Seperti ikan pesut, bekantan, hingga buaya. “Adapun saat berada di wilayah IKN, wisatawan nantinya bisa menikmati city tour di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan,” jelas dia.
Budi Karya Sumadi juga menjelaskan bahwa jalur laut pada dasarnya bisa memangkas waktu perjalanan dari Balikpapan menuju IKN. Apabila dibandingkan menggunakan transportasi darat. Dengan demikian, wisatawan punya waktu lebih banyak untuk menikmati pengalaman di Ibu Kota baru tersebut.
Dan dia berharap penyediaan layanan angkutan laut untuk wisata ini bisa memberikan pengalaman yang unik bagi para wisatawan. “Satu hal yang tak kalah penting, semoga langkah ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah sekaligus dalam rangka melestarikan budaya maritim tanah air,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Menhub sebelumnya juga telah mengajak Asosiasi Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners' Association (INSA) untuk bekerja sama dalam pengadaan kapal pinisi di IKN. Mengutip laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kapal Pinisi merupakan kebanggaan suku Bugis di Sulawesi Selatan ini, telah ada sejak abad ke-15.
Terbuat dari kayu, terutama kayu ulin dan jati, kapal Pinisi dulunya sering digunakan oleh untuk berdagang. Namun seiring berkembangnya zaman, kini kapal Pinisi telah menjadi objek wisata yang menarik di berbagai di Indonesia. Dengan destinasi wisata berlayar dengan Kapal Pinisi antara lain terdapat di Kepulauan Raja Ampat, Labuan Bajo, dan yang terbaru ada di Danau Toba, Sumatera Utara.
Penyedia jasa pelayaran kapal pinisi yang sempat melayani pelayaran wisata di Danau Toba, Kenzo memiliki kapal pinisi dengan fasilitas yang lengkap nan mewah. Memiliki kapasitas 11 orang, empat kamar tidur, toilet dalam dan luar, serta mini bar.
Adapun juga aktivitas penunjang lainnya seperti canoeing, paddling, dan menembak ikan juga tersedia di Kapal Pinisi Kenzo ini. Di mana Kapal Pinisi Kenzo telah menjadi daya tarik, bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Danau Toba, sambil merasakan sensasi berlayar nan mewah dengan kapal tradisional khas Indonesia.
“Pinisi ini bisa menampung untuk 11 wisatawan. Dengan paket full day dari pagi sampai sore mengelilingi Danau Toba, dapat makan siang dan snack dengan harga paket mulai Rp 20 juta. “Kalau untuk 2 hari 1 malam itu Rp 35 juta, sudah termasuk sarapan, makan siang, makan malam, dan aktivitas yang menunjang pinisi kita,” ucap Anthony Sitorus pemilik wisata kapal Kenzo dalam laman Kemenparekraf.go.id yang diunggah Agustus 2023. (kip/waz)
Editor : Dwi Puspitarini