Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Otorita IKN Latih 418 Warga Delineasi IKN, Siapkan Keterampilan untuk Industri Alat Berat hingga Industri Rumah Tangga

Rikip Agustani • Rabu, 24 Juli 2024 | 13:55 WIB

BERI KETERAMPILAN  : Pelatihan pembuatan roti kue bagi 32 orang warga lokal IKN di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Selasa (23/7). (FOTO: IST)
BERI KETERAMPILAN : Pelatihan pembuatan roti kue bagi 32 orang warga lokal IKN di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Selasa (23/7). (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Warga yang bermukim di deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali dilatih oleh Otorita IKN. Pada tahun ini, ada sebanyak 418 orang warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang mendapat pelatihan vokasi, dilaksanakan Otorita IKN dengan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). 

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Manusia (Sosbudpemas) Otorita IKN Alimuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/7) menjabarkan sebanyak 418 orang warga IKN ini dilatih di sejumlah Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kemenaker. Mulai dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, BPVP Samarinda, hingga BPVP Medan. 

Untuk pelatihan di BBPVP Semarang, warga lokal IKN dibekali pelatihan customer services. Sementara di BBPVP Medan, mendapat pelatihan kejuruan bangunan dengan enam jenis kelas. 

Yakni welder, cabinet making, finishing semprot, pengolahan makanan, juru ukur, dan juru gambar dengan software. Dan di BPVP Samarinda, warga IKM diberikan pelatihan dalam kelas operator excavator. 

“Ada 21 orang peserta warga delineasi yang Otorita IKN kirim ke BBPVP Medan mengikuti kejuruan bangunan. Dan 8 warga ke BBPVP Semarang. Kemudian 3 orang warga lokal di BPVP Samarinda dilatih untuk menjadi operator excavator,” kata Alimuddin.

Selain itu, ada pula pelatihan yang dilaksanakan di IKN. Yakni pelatihan yang dilaksanakan BPVP Samarinda untuk pelatihan pembuatan roti kue, bagi 32 orang warga lokal di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU dan Kecamatan Muara Jawa, Kukar, yang dimulai Selasa (23/7). 

Lalu pelatihan membatik cap sejumlah 16 orang di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Serta pelatihan menjahit yang mengikutsertakan 16 warga di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kukar. 

“Next project kami kembali melakukan kerjasama dengan BPVP Samarinda. Untuk melaksanakan kegiatan pelatihan serta pendidikan tenaga pengamanan kepada 160 orang warga lokal di deliniasi IKN,” terang Alimuddin.

 

Nantinya, lanjut Alimuddin warga yang dilatih sebagai tenaga pengamanan itu akan disiapkan untuk bekerja sebagai tenaga pengaman di sejumlah kantor yang dibangun di IKN. 

Sembari mempersiapkan pelatihan tersebut, dia menuturkan Otorita IKN dan BPVP Samarinda masih melakukan pendataan untuk penyiapan 10 kelas pelatihan lagi untuk warga IKN. 

Di mana, pada September 2023 kemarin, Otorita IKN telah melakukan kerjasama dengan BPVP Samarinda melatih sebanyak total 96 orang warga lokal IKN dengan jumlah 6 kelas pelatihan. “Jenis kelasnya masih progres inventarisasi,” jelas dia.

Kegiatan pelatihan vokasi sebanyak empat kelas kerjasama dengan BPVP Samarinda tahun 2024 ini, merupakan tindak lanjut surat edaran Deputi Bidang Sosbudpemas Otorita IKN pada 21 Desember 2023. 

Ada 795 pendaftar pelatihan kompetensi bagi masyarakat delineasi IKN. 

Ada kelas pelatihan kompetensi kerja berorientasi kewirausahaan seperti kelas membuat kue, menjahit, membatik cap. 

Selain itu, Otorita IKN juga menyiapkan program pelatihan kriya tradisional, seperti anyaman dan ukiran, yang direncanakan untuk peserta dari masyarakat adat. 

“Ini salah satu bentuk upaya kami dan BPVP untuk menyiapkan masyarakat lokal agar menjadi lebih mandiri dan sejahtera, meskipun kelak banyak pendatang yang datang ke IKN nantinya,” katanya.

 

Sub Koordinator Bidang Pemberdayaan BPVP Samarinda Nurjuliani menambahkan pihaknya bersama Otorita IKN bukan hanya melatih warga bekerja di bidang industri. Tetapi melatih pada produktivitas warga. Sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan tidak memiliki beban ketika IKN hadir di sekitar mereka. 

“Warga lokal IKN dan sekitarnya, harus siap bersaing dengan warga pendatang. Sebab kelak banyak peluang kerja dan itu membutuhkan skill. Kami juga tidak ingin warga lokal hanya jadi penonton,” pungkasnya.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#pelatihan #warga #IKN