KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Program transmigrasi akan kembali dilaksanakan pada tahun depan.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyiapkan 45 Kawasan Nasional Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Salah satu desa yang dikembangkan adalah Desa Kerang di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser. Hal ini untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKT) Danton Ginting Munthe mengatakan untuk tahun 2025, pihaknya menyesuaikan Rancangan Teknokratik RPJMN 2025-2029.
Antara lain Penataan Desa dan Persebaran Penduduk lalu Transformasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pertumbuhan Lokal yang Terhubung dengan Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi Lainnya.
Seperti KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), KI (Kawasan Industri), DPP (Destinasi Pariwisata Prioritas), dan PKSN (Pusat Kegiatan Strategis Nasional) Perbatasan.
“Dan pengembangan kawasan transmigrasi untuk mendukung wilayah metropolitan (WM), pembangunan IKN, menjadi Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP),” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Eselon I Kemendes PDTT dengan Komisi V DPR RI, Senin (2/9) kemarin.
Oleh karena itu, pihaknya merencanakan rencana lokus untuk 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional pada RPJMN 2025-2029. Salah satunya kawasan tersebut adalah Desa Kerang di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).
Merupakan bagian dari pengembangan kawasan transmigrasi secara khusus. Yang diarahkan sebagai daerah penyangga bagi pusat-pusat pertumbuhan. Di mana Desa Kerang adalah kawasan transmigrasi yang mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di samping ada Desa Cahaya Baru di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel). Selain menjadi kawasan transmigrasi yang mendukung pembangunan IKN, juga mendukung Wilayah Metropolitan (WM) Banjarmasin.
“Rencana lokus itu masuk dalam Kawasan Nasional Prioritas RPJMN 2025-2029,” tutupnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko