KALTIMPOST.ID,IKN-Sebanyak 124 delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), baru-baru ini.
Agenda ini digelar sebagai langkah pemerintah dalam memberikan edukasi publik serta transparansi informasi mengenai progres pembangunan ibu kota baru yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2028 mendatang.
Didampingi oleh Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), kunjungan ini bertujuan untuk menyajikan data berbasis fakta lapangan kepada generasi muda.
Pemerintah berharap mahasiswa dapat melihat secara akuntabel bagaimana Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dikelola.
Rangkaian kegiatan dimulai di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan aksi jalan sehat dan penanaman ratusan bibit pohon. Hadir dalam acara tersebut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama Staf Khusus Wakil Presiden RI, Nico Harjanto dan Suwardi.
Baca Juga: Mau Liburan ke IKN? Cek Jadwal Operasional Tol Balikpapan-PPU dan Skema Kunjungan Terbaru
Dalam keterangannya, Basuki menjelaskan bahwa konsep forest city bukan sekadar slogan.
Sejak Maret, Otorita IKN secara rutin melakukan penghijauan di lahan seluas 7,7 hektare.
"Kami melakukan penanaman setiap dua minggu sekali dengan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai lebih dari 90 persen. Jika ada bibit yang mati, langsung kami lakukan penyulaman atau penggantian," jelas Basuki.
Para mahasiswa juga berkesempatan meninjau langsung sejumlah bangunan inti yang hampir rampung, di antaranya Masjid Negara.
Pengerjaannya telah menyentuh angka 92,41% dan disiapkan menjadi pusat edukasi religi.
Kemudian, Basilika tempat peribadatan umat Katolik ini sudah mencapai 80,01% dengan daya tampung 1.600 jemaat.
Istana Wakil Presiden yang progres fisik tercatat sebesar 92,87%, mencakup area kediaman, istana, hingga Plaza Demokrasi.
Baca Juga: Gunung Parung Jadi Pionir 'Living Museum' di IKN, Padukan Petualangan Alam dan Kearifan Lokal
Mahasiswa juga mengunjungi Istana Negara dan Istana Garuda yang sekaligus menjadi destinasi akhir yang memperlihatkan kemegahan simbol pusat pemerintahan baru.
Respons Positif Mahasiswa
Kunjungan ini memberikan dampak signifikan terhadap persepsi para mahasiswa.
Nur Amalia, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengaku bahwa apa yang ia saksikan di lapangan sangat berbeda dengan apa yang selama ini ia dengar di media sosial.
Menurutnya, pembangunan IKN adalah bukti nyata inovasi infrastruktur Indonesia.
Hal senada diungkapkan Meisha Ulul Asmi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel.
Ia menilai pembangunan IKN berjalan dengan perencanaan yang matang dan terukur.
Baca Juga: Terpikat Progres IKN, Belgia Jajaki Kolaborasi Strategis di Kawasan Diplomatik
"Saya melihat ini bukan proyek simbolis semata, melainkan upaya konkret membangun sistem pemerintahan yang lebih modern dan lebih baik bagi Indonesia," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan sekaligus menjadikan generasi muda sebagai saksi sejarah lahirnya pusat peradaban baru Indonesia.(*)
Editor : Dwi Puspitarini