Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengurus POGI Kaltim Resmi Dilantik di IKN, Siap Kolaborasi Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Maria Irham • Senin, 20 April 2026 | 10:50 WIB
SIAP BERTUGAS: Pengurus POGI Cabang Katim yang telah dilantik di Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Sabtu (18/4).
SIAP BERTUGAS: Pengurus POGI Cabang Katim yang telah dilantik di Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Sabtu (18/4).

KALTIMPOST.ID BALIKPAPAN- Pengurus Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur resmi bergulir. dr. Noviana Indarti dilantik oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kaltim dr. Hj. Padilah Mante Runa sebagai Ketua POGI Kaltim periode 2025-2028 menggantikan dr. Handy Wiradharma di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (18/4).

Proses pelantikan kepengurusan baru itu ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat POGI oleh Sekjen PP POGI dr. Ulul Albab, dan penyerahan bendera pataka dari Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko yang dipusatkan di Multifunction Hall Gedung Kemenko.

Turut hadir Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Drs. Alimuddin serta Ketua Dewan Pembina PP POGI dr. Ari Kusuma Januarto.

POGI merupakan organisasi profesi di bawah naungan IDI yang aktif mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan kompetensi, forum ilmiah, serta keterlibatan dalam penanganan stunting. Di mana, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan stunting, kanker serviks serta pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil akan menjadi perhatian utama dalam kepengurusan baru.

Dalam sambutannya, Drs Alimuddin mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus baru POGI Kaltim. Ia turut memberikan apresiasi atas komitmen POGI dalam meningkatkan kesehatan perempuan. Dirinya menilai keberadaan POGI sangat strategis dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia khususnya di Kaltim.

Kehadiran dokter spesialis obstetri dan ginekologi di tengah proses pembangunan Nusantara sangatlah krusial, untuk itu ia pun memberikan tiga pesan penting kepada pengurus POGI Kaltim yang baru dilantik, dimulai dari peningkatan kolaborasi dengan pemerintah khususnya OIKN dalam menghadirkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak kelas dunia di Nusantara.

Selanjutnya perkuat pemerataan layanan hingga pelosok. Sebagai gada terdepan di wilayah Kaltim, ia menyebut peran dokter sangat dibutuhkan untuk memastikan akses kesehatan reproduksi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan kualitas yang merata. Dan terakhir inovasi dan edukasi melalui peningkatan literasi kesehatan bagi ibu dan keluarga.

“Saat ini kami sedang menyusun tata kelola pelayanan kesehatan yang harus berbeda dengan kesehatan kita selama ini. Kita ingin nantinya pelayanan rumah sakit di IKN dapat seperti Penang, sehingga warga Indonesia tidak perlu keluar negeri. Kami berharap dokter ini dapat memberikan masukan seperti apa pelayanan kesehatan yang terbaik untuk menjadi contoh governance di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

AMANAH BARU : dr. Noviana Indarti menerima bendera pataka dari Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko saat prosesi pelantikan yang dipusatkan di Multifunction Hall Gedung Kemenko.
AMANAH BARU : dr. Noviana Indarti menerima bendera pataka dari Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko saat prosesi pelantikan yang dipusatkan di Multifunction Hall Gedung Kemenko.

 Sementara itu, Ketua terpilih, dr. Noviana Indarti menyampaikan bahwa momentum pelantikan ini menjadi penegasan komitmen POGI Kaltim dalam bertransformasi memperkuat layanan kesehatan guna memastikan keselamatan ibu dan bayi sejak awal kehamilan hingga pasca melahirkan.

 

“Seperti yang kita tahu bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kaltim masih tinggi, di mana saat ini ada 112 per 100 ribu kelahiran hidup. Sehingga kami menargetkan untuk terus menurunkan angka kematian itu sampai dengan nol tanpa ada kasus kematian,” ujarnya.

Untuk itu, ia menyebut peningkatan kualitas layanan kesehatan reproduksi harus semakin diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor. “POGI Kaltim telah menyiapkan langka strategis seperti berkolaborasi dengan Pemda, Dinas Kesehatan Kota, hingga BKKBN dalam bentuk pengabdian masyarakat guna penguatan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil,” sebutnya.

Selain itu, sesuai dengan program dari pusat, POGI Kaltim pun siap menjalankan SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) dengan melakukan skrining dan vaksinasi HPV pada 50 perempuan yang akan di lakukan di Rumah Sakit Balikpapan baru pada 21 April 2026.

“Ini adalah program yang akan dilaksanakan serentak di 10 cabang dalam rangka memperingati Hari Kartini. Ada total 500 dosis yang akan diberikan di hari itu, namun selama 1 tahun ini akan disebar total 5.000 dosis,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko mengungkapkan masalah angka kematian ibu dan anak, serta stunting merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Untuk itu tagline program SPRIN dijalankan guna menghasilkan tiga tujuan, yakni raising public awareness, kedua memberikan pelayanan komprehensif sejak dari rahim hingga menopause serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik faskes maupun SDM-nya. “Dengan tiga poin ini kami harapkan akan meningkatkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah maupun organisasi profesi lainnya,” ujarnya.

Program pencanangan nasional SPRIN summit 2026 akan dilaksanakan pada 21 April bertepatan dengan Hari Kartini. Dalam momen itu pihaknya juga akan mencanangkan Rumah Perempuan Indonesia menjadi pusat aktivitas perempuan melalui berbagai kegiatan pelatihan, edukasi dan lainnya.

Ia mengatakan pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. Untuk itu, ia mendorong agar POGI Kaltim meningkatkan kompetensi dasar USG obstetri bagi dokter umum yang bertugas di puskesmas guna deteksi dini kehamilan berisiko tinggi sejak di layanan kesehatan primer.

TINGKATKAN KEKOMPAKAN: Selain seremonial pelantikan, sebagai bentuk meningkatkan kekompakan seluruh pengurus, digelar acara fun walk yang dipusatkan di Plaza Seremoni IKN, pada Minggu (19/2).
TINGKATKAN KEKOMPAKAN: Selain seremonial pelantikan, sebagai bentuk meningkatkan kekompakan seluruh pengurus, digelar acara fun walk yang dipusatkan di Plaza Seremoni IKN, pada Minggu (19/2).

Diketahui selain seremonial pelantikan, sebagai bentuk meningkatkan kekompakan seluruh pengurus, digelar acara fun walk yang dipusatkan di Plaza Seremoni IKN, pada Minggu (19/2).

 

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan berjalan sejauh 2km dengan rute melewati kawasan Istana Negara. Para peserta yang hadir juga mendapatkan berbagai doorprize menarik mulai dari peralatan elektronik hingga voucher pemeriksaan kesehatan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh pengurus baru. (mra)

Editor : Maria Irham
#Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia #POGI Kaltim #Ibu Kota Nusantara (IKN)