Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Godzilla El Nino Ancam Kaltim, Heat Stress Jadi Ancaman Ternak

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 9 April 2026 | 09:37 WIB
Kondisi panas akibat prediksi godzilla el nino akan berdampak pada hewan ternak. Waspada jangkitan penyakit. (RADEN RORO MIRA/KALTIM POST)
Kondisi panas akibat prediksi godzilla el nino akan berdampak pada hewan ternak. Waspada jangkitan penyakit. (RADEN RORO MIRA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ancaman musim kemarau panjang mulai membayangi Kalimantan Timur. Prediksi fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai “Godzilla El Nino” menjadi perhatian serius, terutama bagi sektor peternakan.

Istilah “Godzilla El Nino” merujuk pada fenomena El Nino dengan kekuatan jauh lebih besar dari biasanya. Pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengubah pola pembentukan awan dan curah hujan.

Akibatnya, wilayah Indonesia berpotensi mengalami pengurangan hujan dan awan. Musim kemarau pun diprediksi lebih panjang, kering, dan panas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dampaknya mulai terasa sejak April 2026.

Baca Juga: Harga Perak Antam Hari Ini, 9 April 2026: Sempat Naik Tinggi, kini Anjlok Rp 1.400

Fenomena ini tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga sektor peternakan. Paparan suhu tinggi dapat memicu heat stress pada ternak, membuat mereka rentan dehidrasi dan menurun kondisi tubuhnya.

Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Maulana Firmansyah, menekankan panas sebagai faktor utama yang memengaruhi kesehatan ternak saat kemarau.

“Umumnya disebabkan oleh stres panas atau heat stress. Kendala utama pada ternak saat kemarau adalah suhu tinggi yang menurunkan kondisi tubuh,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Maulana menjelaskan, ternak yang mengalami heat stress tubuhnya melemah, sehingga berbagai penyakit—baik akibat virus maupun parasit—lebih mudah menyerang. Meski begitu, kondisi ternak di Kaltim masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan kasus signifikan.

Baca Juga: 20 Ucapan HUT TNI AU 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Bangkitkan Semangat Bangsa

Sebagai langkah pencegahan, DPKH Kaltim meningkatkan pengawasan lapangan melalui surveilans, edukasi kepada peternak, dan memperluas cakupan vaksinasi. Tujuannya, risiko penyakit menurun dan produktivitas peternakan tetap terjaga.

“Seperti manusia, ketika cuaca panas, imunitas turun sehingga mudah terserang penyakit. Namun sejauh ini, ternak ruminansia relatif stabil dan tahan terhadap cuaca panas,” pungkas Maulana. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Godzilla El Nino #heat stress #ternak Kaltim #bmkg