Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Masuk Tahap Akhir, Dispar Kaltim Validasi Lapangan 10 Finalis Lomba Desa Wisata 2026

Bayu Rolles • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:36 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi. (Dok/KP)
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi. (Dok/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA -Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim resmi memulai tahapan presentasi dan validasi lapangan terhadap 10 finalis Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Tahun 2026.

Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi menegaskan, pengujian langsung oleh tim juri ke berbagai kabupaten/kota ini bertujuan mendorong inovasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Agar mampu melahirkan ruang ekonomi baru yang berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan desa-desa wisata unggulan di Benua Etam sebagai destinasi penopang utama bagi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Melalui tahapan ini kami ingin memastikan desa wisata finalis benar-benar memiliki kesiapan, inovasi, dan komitmen dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat,” kata Ririn beberapa waktu lalu.

Lomba desa wisata ini, kata dia, bukan sekadar agenda tahunan untuk memilih pemenang. Dispar Kaltim juga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang pembinaan agar desa wisata di daerah terus berkembang secara berkelanjutan.

Apalagi, peluang sektor pariwisata di Kaltim dinilai semakin terbuka dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Desa wisata diyakini dapat menjadi penopang ekonomi baru bagi masyarakat lokal di sekitar wilayah penyangga.

“Kehadiran IKN menjadi peluang besar bagi desa wisata di Kaltim untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya. Dalam penilaian kali ini, tim juri fokus pada sejumlah indikator utama. Di antaranya daya tarik wisata, kelembagaan pengelola, kebersihan kawasan, hingga sejauh mana masyarakat terlibat aktif dalam pengembangan wisata desa.

Ririn menegaskan proses validasi lapangan dilakukan agar seluruh dokumen dan paparan peserta tidak berhenti sebatas konsep. “Validasi ini penting agar data yang disampaikan desa wisata benar-benar akurat dan sesuai dengan implementasi di lapangan,” tegasnya.

Adapun 10 desa wisata yang masuk finalis yakni Desa Wisata Pampang di Samarinda, Desa Wisata Satimpo Indah di Bontang, Desa Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove di Balikpapan, Desa Wisata Klempang Sari di Paser, Desa Wisata Bangun Rejo dan Sangkuliman di Kutai Kartanegara, Desa Wisata Lutan di Mahakam Ulu, Desa Wisata Tanjung Isuy di Kutai Barat, Desa Wisata Teluk Harapan di Berau, serta Desa Wisata Bhuana Sari Bumi Rapak di Kutai Timur.

Hasil presentasi dan validasi lapangan nantinya menjadi dasar tim penilai dalam menetapkan desa wisata terbaik tingkat Provinsi tahun 2026.

Lewat lomba ini diharapkan bisa mendorong kelompok sadar wisata (Pokdarwis) terus berinovasi dan membangun kolaborasi demi menciptakan pariwisata daerah yang kuat dan berkelanjutan.

“Program ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi Pokdarwis di Kalimantan Timur untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun kemitraan demi mewujudkan pariwisata daerah yang berdaulat dan berkelanjutan,” tutup Ririn. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#desa wisata kaltim #desa wisata 2026 kaltim #Dispar Kaltim