Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Transfer ke Daerah di Kaltim Capai Rp8,82 Triliun, DAU dan DAK Tumbuh

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 6 Juli 2026 | 11:43 WIB
PENYALURAN: DAU, DAK Fisik dan DAK Nonfisik catat pertumbuhan penyaluran dibanding periode yang sama pada Mei 2025. Realisasi masing-masing Rp5.074,18 miliar, Rp2,72 miliar dan Rp1.196,66 miliar. (RAMA/KP)
PENYALURAN: DAU, DAK Fisik dan DAK Nonfisik catat pertumbuhan penyaluran dibanding periode yang sama pada Mei 2025. Realisasi masing-masing Rp5.074,18 miliar, Rp2,72 miliar dan Rp1.196,66 miliar. (RAMA/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah pusat telah menyalurkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 8,821 triliun ke Kalimantan Timur hingga akhir Mei 2026. Realisasi tersebut setara 39,96 persen dari total pagu yang dialokasikan tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Timur Tjahjo Purnomo mengatakan, sejumlah komponen transfer menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bupati Mahulu Resmi Buka Sosialisasi PLTA Batoq Kelo 300 MW, Dorong Investasi Berbasis Kepentingan Masyarakat

"Sejauh ini DAU, DAK Fisik, dan DAK Nonfisik mencatatkan pertumbuhan penyaluran dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan realisasi masing-masing sebesar Rp 5.074,18 miliar, Rp2,72 miliar, dan Rp 1.196,66 miliar," ungkapnya.

Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga 31 Mei 2026, realisasinya mencapai Rp 2.441,87 miliar atau 32,41 persen dari pagu.

Di sisi lain, penyaluran Dana Desa juga terus berjalan. Hingga akhir Mei, dana yang telah tersalurkan mencapai Rp 106,24 miliar atau 39,97 persen dari pagu yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga: Langkah Brasil Terhenti di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 untuk Kali Pertama sejak 1990

Tjahjo menilai, kinerja fiskal daerah hingga Mei 2026 masih berada dalam kondisi yang kuat sehingga mampu menopang berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Hal itu mencerminkan peran nyata APBN sebagai motor penggerak utama yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga aktif mendorong momentum pertumbuhan ekonomi regional yang optimistis, inklusif, dan berkelanjutan," kuncinya. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#dak #DAU #dana desa #transfer ke daerah #pemerintah pusat