KALTIMPOST.ID< SAMARINDA - Rumah Ulin Arya (RUA), destinasi wisata keluarga di kawasan Sempaja Utara mencatat kenaikan jumlah pengunjung sekitar 10 hingga 15 persen selama musim liburan semester tahun ini.
Di sini, pengelola menawarkan beragam wahana rekreasi dan edukasi, mulai mini farm, aviary, playground, labirin, perpustakaan, kawasan bertema koboi Arya Oldtown City, kolam renang hingga kafe.
Banyaknya wahana bermain menjadikan tempat wisata ini menjadi salah satu tujuan favorit keluarga yang berlibur di Samarinda.
Marketing Rumah Ulin Arya Nufidah Mukri mengatakan, peningkatan kunjungan terjadi baik pada hari kerja maupun akhir pekan selama masa liburan sekolah. “Kalau dibandingkan hari biasa, peningkatannya sekitar 10 sampai 15 persen, baik weekday maupun weekend,” ujarnya.
Mayoritas wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Selain warga Samarinda, pengunjung juga didominasi keluarga dari Sangatta, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Bontang, hingga daerah sekitarnya.
Meski mengalami kenaikan kunjungan, Fifi menilai tren liburan tahun ini relatif tidak jauh berbeda dibanding periode yang sama tahun lalu. “Kalau dibandingkan tahun lalu kurang lebih masih stabil,” katanya.
Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Rumah Ulin Arya menghadirkan sejumlah atraksi khusus selama musim liburan. Salah satunya pertunjukan Cowboy Stunt Show, berupa aksi laga koboi melawan penjahat yang digelar setiap Sabtu dan Minggu. Atraksi tersebut melengkapi Arya Show yang memang rutin dipentaskan setiap akhir pekan.
Baca Juga: Tiket Cuma Rp15 Ribu, Lakeview Samboja Diserbu Wisatawan hingga 1.000 Pengunjung per Hari
Selain itu, pengelola juga memberikan sejumlah promo selama libur sekolah. Pada hari kerja, pengunjung kolam renang mendapat fasilitas peminjaman pelampung gratis. Sementara anak-anak dapat mengikuti berbagai kegiatan di Cocoon Cafe.
Memasuki akhir masa liburan sebelum sekolah kembali dimulai, Rumah Ulin Arya kembali menyiapkan pertunjukan Cowboy Stunt Show pada akhir pekan. Pengelola juga menawarkan potongan harga bagi pengunjung yang ingin menikmati buah durian dan rambutan yang dipanen di kawasan wisata tersebut.
Beragam program itu diharapkan mampu mempertahankan tren kunjungan sekaligus mendorong perputaran ekonomi sektor pariwisata selama momentum libur sekolah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo