Produksi Pisang Kaltim Turun 29,73 Ribu Ton, Wilayah Ini Jadi Penopang Utama

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:04 WIB
TURUN: Produksi pisang sepanjang 2025 alami penurunan 18,69 persen atau 29,73 ribu ton. 

 

 
TURUN: Produksi pisang sepanjang 2025 alami penurunan 18,69 persen atau 29,73 ribu ton.    

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Produksi pisang Kalimantan Timur masih sangat bergantung pada satu daerah. Kutai Timur menyumbang lebih dari 70 persen produksi pada 2025. Namun, di saat peran sentra utama begitu dominan, produksi pisang Kaltim justru mengalami penurunan hampir seperlima dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025, produksi pisang di Kaltim mencapai 129,39 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 18,69 persen atau 29,73 ribu ton dibandingkan tahun 2024,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.

Baca Juga: PPU Masuk Piloting Nasional, Penyaluran Bansos Bakal Terintegrasi Digital

Meski secara tahunan mengalami kontraksi, produksi pisang justru menunjukkan peningkatan pada penghujung tahun. Berdasarkan periode triwulanan, produksi tertinggi terjadi pada triwulan IV 2025 dengan capaian 34,23 ribu ton.

Jumlah tanaman yang menghasilkan pada periode tersebut mencapai 1,01 juta rumpun. Angka produksi ini menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Disnakertrans PPU Rilis Rekapitulasi Pencari Kerja, Lonjakan Terjadi April 2026

Pada triwulan I, produksi pisang tercatat 29,79 ribu ton dari 1,06 juta rumpun tanaman yang menghasilkan. Kemudian pada triwulan II produksinya meningkat menjadi 31,56 ribu ton dan kembali naik menjadi 33,81 ribu ton pada triwulan III.

“Secara spasial, sekitar 73,16 persen produksi pisang di Kaltim berasal dari Kutai Timur, yakni sebanyak 94,66 ribu ton dengan jumlah rumpun menghasilkan sebanyak 463,94 ribu rumpun,” lanjut Mas’ud.

Baca Juga: Dekatkan Pelayanan Kesehatan, RSUD RAPB PPU Jajaki Kehadiran Spesialis Akupunktur

Produksi pisang dari Kutim jauh meninggalkan daerah lainnya. Balikpapan berada di posisi berikutnya dengan 10.092,56 ton, disusul Paser 10.623,10 ton dan Kutai Kartanegara 9.333,83 ton.

Penajam Paser Utara menghasilkan 2.154,04 ton, Kutai Barat 981,50 ton, Samarinda 748,32 ton, Berau 684,66 ton, Bontang 99,33 ton, sedangkan Mahakam Ulu hanya 6,49 ton.

Dengan dominasi Kutim tersebut, pergerakan produksi di satu sentra memiliki pengaruh besar terhadap capaian pisang Kaltim secara keseluruhan. Terlebih, produksi provinsi pada 2025 turun dari 159.119,69 ton menjadi 129.386,25 ton. (*)

Editor : Sukri Sikki
pisang BPS KALTIM kutai timur ekspor Masud Rifai