Menurut dr. Vito Damay, SpJP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, gaya hidup sehat tidak selalu berarti perubahan besar.
“Langkah-langkah kecil seperti berjalan kaki 30 menit sehari, tidur cukup, dan mengurangi konsumsi gula bisa membuat perbedaan besar dalam jangka panjang,” ujarnya dalam seminar kesehatan di Jakarta, Rabu (23/7).
Sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health juga menyebutkan bahwa membiasakan diri untuk tidak duduk terlalu lama dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 24%. Disarankan untuk berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit, terutama bagi pekerja kantoran.
Sementara itu, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP(K) dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menambahkan bahwa tertawa, mengelola stres, dan rajin minum air putih termasuk kebiasaan sepele yang berdampak besar. “Stres kronis menyebabkan tekanan darah naik, dan ini mempercepat risiko kerusakan arteri,” katanya.
Berikut beberapa kebiasaan kecil yang terbukti mendukung kesehatan jantung menurut para ahli:
Bangun pagi dan terkena sinar matahari selama 10–15 menit meningkatkan kadar vitamin D dan mengontrol tekanan darah.
Konsumsi buah tinggi serat, seperti apel atau pisang, setiap hari membantu menjaga kadar kolesterol.
Mengurangi asupan garam, terutama dari makanan olahan, dapat menstabilkan tekanan darah.
Meditasi 5 menit sebelum tidur membantu memperbaiki denyut jantung dan kualitas tidur.
Penyakit jantung sering kali berkembang tanpa gejala, sehingga pencegahan melalui gaya hidup sangat penting.
“Intinya, perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan ekstrem yang tidak berkelanjutan,” tutup dr. Vito.
Editor : Uways Alqadrie