Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Stop! Jangan Pakai Spatula yang Sama untuk Daging Mentah dan Matang, Ini Bahayanya

Ilmidza • Senin, 13 April 2026 | 11:53 WIB
Ilustrasi penggunaan spatula untuk daging.
Ilustrasi penggunaan spatula untuk daging.

KALTIMPOST.ID, Saat memasak, penggunaan alat seperti spatula atau sendok sudah menjadi hal yang umum. Namun, tanpa disadari, banyak orang menggunakan alat yang sama untuk mengolah daging mentah sekaligus daging yang sudah matang. Kebiasaan ini ternyata tidak aman dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius.

Penggunaan alat yang sama dapat menyebabkan kontaminasi bakteri dari daging mentah ke makanan yang sudah matang. Daging mentah diketahui bisa mengandung berbagai bakteri berbahaya seperti Salmonella, Campylobacter, dan E. coli. Karena bakteri ini tidak terlihat secara kasat mata, semua daging mentah sebaiknya dianggap berisiko.

Meski proses memasak dengan suhu tinggi mampu membunuh bakteri, alat masak yang digunakan belum tentu ikut terpapar panas secara merata. Akibatnya, bakteri masih bisa menempel dan berpindah ke makanan yang sudah matang.

Ahli pangan Abbey Thiel menjelaskan bahwa spatula memang bisa menjadi lebih aman jika terus berada dalam wajan panas selama proses memasak. Namun, kondisi di dapur sering kali tidak ideal. Peralatan kerap dipindahkan atau hanya terkena panas sebagian, sehingga risiko kontaminasi tetap ada.

"Masalahnya adalah banyak kondisi di dapur tidak selalu terkontrol. Alat bisa dipindahkan atau hanya sebagian yang panas, sehingga pedoman kesehatan biasanya dibuat sangat ketat," jelas Thiel, seperti dikutip dari Southern Living.
Pendapat serupa disampaikan ahli gizi Bonnie Taub-Dix yang menyarankan untuk tidak menggunakan alat yang sama antara daging mentah dan matang.
"Panas dari wajan melindungi makanan, bukan alat masaknya," ujarnya, mengutip Southern Living.

Menurutnya, berbagai jenis spatula, baik dari logam, silikon, maupun kayu, tidak selalu mencapai suhu yang cukup tinggi untuk membunuh bakteri. Karena itu, penggunaan alat berbeda menjadi langkah penting untuk mencegah keracunan makanan.

Kelompok seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah menjadi yang paling rentan terhadap penyakit akibat kontaminasi makanan, sehingga perlu perhatian ekstra.

Untuk menghindari risiko tersebut, disarankan agar tidak menggunakan alat yang sama saat memasak dan menyajikan daging. Setelah digunakan untuk daging mentah, alat harus dicuci dengan air panas dan sabun sebelum dipakai kembali.

Sebagai solusi praktis, Anda bisa menyiapkan dua alat berbeda atau menyediakan tempat khusus untuk meletakkan alat yang sudah digunakan. Cara ini akan sangat membantu terutama saat memasak dalam kondisi sibuk.
Penggantian alat sebaiknya dilakukan menjelang akhir proses memasak.

Gunakan alat bersih saat daging sudah matang dan lanjutkan memasak beberapa saat untuk memastikan keamanan. Prinsip ini juga berlaku untuk alat penjepit saat memanggang.

Intinya, penting untuk menyesuaikan penggunaan alat dengan tingkat kematangan makanan guna mencegah kontaminasi silang. Dengan kebiasaan sederhana ini, kebersihan dan keamanan makanan dapat lebih terjaga.

Editor : Ilmidza
#spatula #memasak