KALTIMPOST.ID - Banyak orang menganggap dampak kurang tidur hanya sebatas rasa kantuk dan tubuh yang lemas keesokan harinya.
Padahal, kualitas tidur yang buruk juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan kemampuan seseorang dalam mengendalikan respons emosional ketika menghadapi berbagai situasi sehari-hari.
Menurut edukator sekaligus sleep coach Indonesia, Vishal Dasani, kurang tidur membuat seseorang menjadi lebih reaktif tanpa disadari. Hal ini bukan berarti orang tersebut memiliki sifat yang buruk, melainkan karena tubuh dan otak belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri.
Baca Juga: Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Mungkin Ini Penyebabnya yang Gak Kamu Sadari
Kurang Tidur Membuat Otak Sulit Mengendalikan Emosi
Vishal Dasani menjelaskan bahwa saat tubuh kurang beristirahat, kemampuan otak untuk berpikir tenang ikut menurun. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah bereaksi secara emosional terhadap perkataan maupun tindakan orang lain.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya yang dilansir dari inews, Sabtu (25/7/2026), Vishal mengatakan, "Kurang tidur tidak selalu bikin kamu ngantuk, kadang bikin kamu menyebalkan. Maksudnya bukan kamu orang yang menyebalkan, tapi saat tidur itu kurang, kamu bisa jadi lebih reaktif dan lebih defensif."
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat seseorang lebih sulit membedakan masukan yang bersifat membangun dengan kritik yang dianggap menyerang diri sendiri.
Vishal juga mengatakan, “Masukan kecil terasa seperti serangan, komentar biasa terasa seperti kritik, orang kasih saran kamu langsung merasa perlu membela diri. Bahkan kadang, kamu jadi merasa paling benar dan susah menerima masukan."
Menurutnya, perubahan sikap itu muncul karena kapasitas otak untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan memberikan respons yang tenang menjadi berkurang ketika tubuh belum pulih akibat kurang tidur.
Ia kembali menegaskan, "Saat tubuh belum cukup pulih, otak punya kapasitas yang lebih rendah untuk pause, mendengar, dan merespons dengan jernih. Jadi, ini bukan berarti kamu orangnya buruk, bisa jadi sistem tubuh kamu memang belum cukup pulih.”
Baca Juga: Susah Tidur Tiap Malam? Coba Cara Ini agar Tidur Cepat Tanpa Obat
Cara Mengendalikan Emosi Saat Kurang Tidur
Vishal menyarankan agar seseorang tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menyadari waktu tidurnya pada malam sebelumnya tidak cukup. Memberikan jeda sebelum bereaksi dinilai dapat membantu mencegah konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Ia juga mengimbau agar keputusan penting ditunda hingga kondisi tubuh kembali lebih segar. Dengan begitu, seseorang memiliki kesempatan untuk berpikir lebih tenang sebelum memberikan respons terhadap situasi yang dihadapi.
Dalam penjelasannya, Vishal mengatakan, “Jadi, kalau semalam tidurmu kurang, jangan langsung bertindak berdasarkan semua emosimu hari itu. Ambil jeda, tunda keputusan besar, jangan langsung bereaksi saat emosi masih tinggi. Dan kalau perlu, bilang ke orang terdekat, 'Aku semalam kurang tidur nih, kalau mulai ngegas atau ngeyel, diingetin ya.”
Selain menunda keputusan penting, ia juga menyarankan agar seseorang terbuka kepada keluarga, pasangan, maupun rekan kerja mengenai kondisi kurang tidur yang sedang dialami. Komunikasi yang jujur dapat membantu orang-orang terdekat memahami perubahan suasana hati sekaligus mengingatkan apabila mulai menunjukkan sikap yang terlalu emosional.
Pada akhirnya, Vishal menilai bahwa mengendalikan emosi ketika tubuh sedang lelah tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Terkadang, memberi waktu beberapa saat sebelum merespons sudah cukup untuk mencegah pertengkaran dan menjaga hubungan dengan orang lain tetap baik.
Ia menutup penjelasannya dengan mengatakan, "Karena kadang, yang kita butuhkan cuma sedikit ruang untuk tidak langsung meledak.".***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : inews