Beralamat di Kampung Keay, Kecamatan Damai, Kutai Barat, gedung yang menelan anggaran miliaran ini memiliki lantai tingkat dua.
Sudah hampir dua tahun sejak dibangun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, padahal sarana dan prasarana berupa listrik sudah terpasang.
Dari pantauan di lapangan, sisi luar kaca gedung BLK bagian dalam nampak tak terurus, halaman dihiasi rumput liar setinggi orang dewasa, gedung berarsitektur modern tersebut terlihat kumuh karena kurangnya perhatian pada bangunannya.
Dia mengatakan, nonsense Pemkab Kubar mau cetak tenaga kerja terampil kalau hanya dengan kirim pemuda keluar daerah untuk belajar di sana, dengan dana yang terbatas.
"Bukankah jauh lebih baik latih mereka di daerah sendiri, datangkan trainer, toh sudah bangun fasilitas megah tapi tidak dimanfaatkan maksimal, ya sama saja hambur uang rakyat," cetusnya.
Sebagai warga Kubar, Albertus juga mempertanyakan alasan pemkab sejak diserahterimakan bangunan tersebut tidak difungsikan.
Baca Juga: Pindah Haluan Sehari Jelang Pendaftaran Diamond, Nasdem Kubar Tegak Lurus Keputusan DPP
Untuk diketahui, pembangunan gedung BLK yang berada satu kawasan dengan rencana pembangunan terminal Kabupaten Kutai Barat menelan anggaran tidak sedikit.
Pembangunan gedung BLK menghabiskan anggaran sebesar Rp3,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Barat Tahun Anggaran 2022.
"Jalanan banyak hancur, tapi memprioritaskan bangunan yang nyatanya jadi sarang hantu," kritik pedas ungkap warga lainnya, Vikal (40).
Baca Juga: Pilbup Kutai Barat: Paslon AHJI Resmi Daftar di KPU Kubar, Diiringi Rombongan Pengurus hingga Simpatisan Golkar
Belum diketahui alasan belum dimanfaatkannya gedung BLK Kabupaten Kutai Barat sesuai fungsi dan peruntukannya.
Kaltimpost.ID berupaya menelusuri dengan mengonfirmasi Dinas Tenaga Kerja Kubar. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihaknya. (*/ard)