KALTIMPOST.ID-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Barat (Kubar) mengkampanyekan gerakan Lebaran dan mudik minim sampah pada 2026.
Kampanye tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2026 terkait pengendalian sampah selama periode hari raya.
Kepala DLH Kubar Robertus Leopold Bandarsyah mengatakan, langkah itu dinilai penting mengingat potensi peningkatan timbulan sampah selama arus mudik dan libur Lebaran cenderung tinggi. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Dukungan masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sangat diperlukan untuk menyukseskan program ini,” ujarnya, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, kampanye tersebut bertujuan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung kelestarian alam di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Lebaran.
Selain itu, gerakan ini juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan.
DLH Kubar mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama perjalanan mudik.
Salah satunya dengan membawa botol minum atau tumbler serta wadah makanan yang dapat digunakan berulang kali.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan menghindari penggunaan kantong plastik, sedotan plastik, serta kemasan sekali pakai, terutama saat berada di rest area maupun selama perjalanan.
Upaya lain yang ditekankan adalah melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Masyarakat diminta memisahkan sampah organik dan anorganik, termasuk saat beraktivitas di tempat ibadah maupun di lokasi pelaksanaan salat Id.
“Gunakan wadah makanan yang ramah lingkungan, serta pilah dan kelola sampah dengan bijak agar tidak menumpuk,” jelasnya.
Menurut Robertus, kebiasaan kecil seperti mengurangi sampah dan memilah limbah dapat memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan, terutama saat momentum Lebaran yang identik dengan peningkatan konsumsi.
Melalui kampanye ini, DLH Kubar berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Dengan begitu, perayaan Lebaran tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga tetap memperhatikan aspek kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.