SENDAWAR – Guna memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap stabil dan terkendali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap distribusi energi di tengah masyarakat.
Pj Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar, Kamius Junaidi yang juga penanggung jawab Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), memimpin langsung jalannya sidak tersebut.
Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan daerah yang solid. Tampak hadir mendampingi Pj Sekkab antara lain Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, perwakilan Kodim 0912/KBR, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kasatpol PP, Kabag Ekonomi, serta perwakilan Dinas Perhubungan.
Baca Juga: Menjaga Marwah Pendidikan, Disdikbud Kubar Gelar Pendampingan Visitasi Akreditasi 2026
Rombongan menyisir tiga titik utama, yakni SPBU Belintut, SPBU Mitra Agi Ngenyan Asa, dan SPBU Harkat Bersama Melak. Berdasarkan hasil pemantauan di ketiga lokasi tersebut, stok BBM terpantau dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan harian masyarakat.
Dalam keterangannya, Kamius Junaidi menekankan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak, sesuai kebutuhan, dan tetap mengedepankan efisiensi,” ujar Kamius.
Baca Juga: Pemkab Kutim Masih Kaji WFH Pegawai, Khawatir Terjadi Penyalahgunaan Jam Kerja
Ia juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi bagi sektor produktif. Pemkab berkomitmen agar pasokan bagi nelayan dan petani tidak mengalami hambatan guna menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berputar.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan. Ia menegaskan pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap segala bentuk penyimpangan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus melakukan pengawasan ketat guna mencegah potensi penyelewengan maupun penimbunan BBM," tegas Kapolres.
Baca Juga: Kasus Viral Begal Guru di Teluk Pandan Kutim Dihentikan, Para Pihak Sepakat Berdamai
Selain memastikan stok, tim juga memverifikasi harga jual di lapangan. Hingga saat ini, harga BBM di wilayah Kutai Barat terpantau stabil sesuai ketentuan. Harga BBM non-subsidi saat ini masih stabil, dengan rincian Pertamax sebesar Rp 12.600 per liter dan Dexlite Rp 14.500 per liter.
Sementara itu, untuk BBM subsidi, harga Biosolar berada di angka Rp 6.800 per liter dan Pertalite Rp 10.000 per liter.
Melalui sidak ini, Pemkab Kutai Barat bersama unsur Forkopimda berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga, memastikan setiap warga mendapatkan akses energi yang adil dan merata. (*)
Editor : Sukri Sikki