KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Atmosfer haru sekaligus bangga menyelimuti Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kamis (30/4/2026). Setelah melalui rangkaian ujian fisik dan mental yang menguras energi, seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tahun 2026 resmi berakhir.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar rutinitas baris-berbaris. Baginya, ini adalah kawah candradimuka untuk mencetak pemuda berkarakter baja.
Dalam sambutannya, Edwin menekankan bahwa seleksi ketat ini bertujuan mencari figur yang memiliki paket lengkap, karakter, integritas, dan kepribadian unggul. Paskibraka diharapkan menjadi representasi ideal pemuda Kutai Barat yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kita telah menemukan calon-calon yang memiliki kepribadian sesuai dengan tanggung jawab besar sebagai anggota Paskibraka. Bagi yang terpilih, jadilah generasi yang tidak hanya kuat fisik, tapi tangguh secara mental,” tegas Edwin di hadapan para peserta.
Ia juga memberikan suntikan semangat bagi mereka yang belum lolos seleksi. Menurutnya, keberanian untuk ikut berkompetisi sudah merupakan bukti dedikasi yang luar biasa bagi daerah.
"Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga persatuan dan semangat nasionalisme di Kutai Barat," tutup Bupati Edwin.
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kubar, Suwito, membeberkan betapa kompetitifnya persaingan tahun ini. Sebanyak 244 pelajar dari berbagai SMA/SMK/MAN se-Kubar memulai perjuangan mereka sejak beberapa hari lalu dengan sistem gugur yang transparan.
Adapun tahapan seleksi pada 27 April 2026 Seleksi pengetahuan Pancasila menyaring peserta hingga menyisakan 221 orang. Di hari yang sama, pemeriksaan kesehatan dan parade kembali mengerucutkan jumlah menjadi 143 peserta.
Lalu pada 28 April, peserta diuji dalam tes kesamaptaan dan ketangkasan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Dan pada 29 April, memasuki tahapan krusial berupa seleksi kepribadian, minat bakat, hingga penilaian media sosial untuk memastikan rekam jejak yang bersih.
Puncaknya 30 April, terpilihlah enam delegasi terbaik yang akan mengemban misi membawa nama harum Tanaa Purai Ngeriman ke proses verifikasi tingkat provinsi.
Keenam pelajar ini merupakan putra-putri terbaik yang dianggap memiliki performa paling konsisten selama masa seleksi yakni Abid Fadil Novian (SMAN 2 Sendawar), Adit Thia Candra (SMAN 1 Sendawar), Jifara Miftahul Jannah (SMAN 1 Sendawar), Yohanes Thinson (SMAN 1 Linggang Bigung) dan Aprilianti Micka (SMAN 1 Jempang) sertaAdinda Azzahra (SMAN 1 Muara Pahu). (*)
Editor : Duito Susanto