KALTIMPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mulai mengambil langkah awal untuk membenahi wajah Sendawar dengan mengajak masyarakat dan para pelaku usaha duduk bersama menyepakati penataan kawasan jalan protokol.
Upaya penataan ruang dan persiapan pembangunan infrastruktur tersebut dibahas secara terbuka melalui rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Sendawar. Fokus pembenahan menyasar penataan dan pengendalian bangunan di sepanjang koridor utama. Di antaranya Jalan Paulus Doy Lambeng, Jalan Hasanuddin, Jalan Aji Tulur Jejangkat I, serta Jalan Sendawar.
Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Barat, Nopandel, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan daerah bermuara pada kenyamanan warga. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama.
"Pemerintah ingin membangun kesadaran bersama agar perkembangan kawasan tetap berjalan selaras dengan ketentuan tata ruang dan pemanfaatan ruang di sekitar jalan," ujar Nopandel. Nopandel mengingatkan agar para pemilik bangunan baru senantiasa taat pada aturan garis sempadan maupun izin pemanfaatan ruang demi ketertiban bersama dalam jangka panjang.
Titik Fokus Pengerjaan Fisik
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kutai Barat, Mobilala, menjelaskan pentingnya komunikasi awal sebelum alat berat turun bekerja di lapangan. Menurut Mobilala, keterlibatan warga dan pelaku usaha diperlukan untuk menyerap aspirasi sekaligus mencegah potensi gesekan sosial saat proyek berjalan.
"Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah rencana pembangunan jalan dari kawasan Tugu Macan menuju Rumah Sakit, kemudian berlanjut ke Sekolaq Darat hingga Mentiwan yang direncanakan mulai dilaksanakan paling lambat awal tahun mendatang," ungkap Mobilala. Perbaikan koridor jalan ini menjadi salah satu agenda yang sangat dinantikan masyarakat karena intensitas lalu lintasnya yang padat setiap hari.
Selain peningkatan badan jalan, persoalan saluran air di Jalan Hasanuddin yang berada di sekitar rumah sakit juga menjadi perhatian mendesak. Kondisi drainase yang tersumbat kerap meluapkan air bercampur sampah dan lumpur ke badan jalan setiap kali diguyur hujan lebat. Tidak ketinggalan, pemerintah turut menyoroti penyediaan kantong parkir bagi toko dan usaha di tepi jalan agar aktivitas ekonomi warga tetap berputar lancar tanpa memicu kemacetan arus kendaraan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki