Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati Kukar Pastikan Lahan Pertanian di Loa Ipuh Kembali Produktif dengan Program Normalisasi

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:21 WIB

 

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri meninjau lahan pertanian di kawasan Rapak Rabau, Desa Bengkuring RT 39, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (23/10).        
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri meninjau lahan pertanian di kawasan Rapak Rabau, Desa Bengkuring RT 39, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (23/10).    

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri turun langsung meninjau lokasi pertanian tergenang di kawasan Rapak Rabau, Desa Bengkuring RT 39, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (23/10). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau kondisi irigasi dan potensi lahan pertanian yang selama ini tidak bisa dimanfaatkan akibat banjir.

Aulia mengatakan, kunjungan lapangan ini menindaklanjuti laporan warga terkait lahan seluas 200 hektare yang tak bisa ditanami karena terendam air. “Dari laporan masyarakat, ada sekitar 200 hektare lahan yang tidak bisa ditanami karena banjir terus-menerus. Maka, perlu dilakukan normalisasi aliran air agar bisa mengalir ke sungai dengan baik,” jelasnya, Kamis (23/10).

Menurutnya, langkah intervensi terhadap persoalan tersebut menjadi bagian dari program Kukar Idaman Terbaik, yang menekankan optimalisasi lahan pertanian tanpa harus membuka lahan baru. “Dari total 17 ribu hektare lahan sawah di Kukar, baru sekitar 13 ribu hektare yang aktif ditanami. Jadi, fokus kita adalah mengoptimalkan lahan yang sudah ada, termasuk di Loa Ipuh ini,” tegasnya.

Dari hasil peninjauan bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU), langkah perencanaan untuk normalisasi sudah disiapkan. “Tinggal intervensi kebijakan dan dukungan anggaran. Goodwill pemerintah sudah ada, dan kami pastikan ini layak dilanjutkan,” ujarnya.

Selain normalisasi irigasi, Aulia juga menyoroti kondisi jalan usaha tani yang menjadi akses penting bagi petani. “Jalan ini bagian dari jalur angkut hasil panen, jadi nanti juga akan kita intervensi agar mempermudah mobilisasi hasil pertanian,” tambahnya.

Rencana pelaksanaan program tersebut dijadwalkan pada 2026. “Ini akan masuk ke dalam penganggaran tahun depan. Kita sudah minta anggota DPRD Kukar, Ibu Fatlon Nisa, untuk ikut mengawal agar anggaran sekitar Rp 8–10 miliar yang diajukan Dinas PU bisa terealisasi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, selain Loa Ipuh, Kelurahan Jahab akan menjadi lokasi prioritas berikutnya karena menghadapi permasalahan serupa. “Kondisinya sama, jadi kita ingin fokus pada perbaikan pengairan dan infrastruktur penunjang agar produktivitas petani semakin meningkat,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Aulia Rahman Basri #DPRD Kukar #kawasan pertanian #Loa Ipuh #Dinas PU