KALTIMPOST.ID, KOTA BANGUN DARAT— Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, menggelar kegiatan adat Nutuk Beham 23 hingga 25 April 2026. Tradisi setahun sekali ini merayakan panen muda padi ketan dan masuk kalender event di Kutai Kartanegara.
Kedang Ipil diyakini sebagai cikal bakal Suku Kutai. Warga hidup dari ladang padi berpindah, sayur, dan buah. Nutuk Beham digelar saat panen muda atau prapanen.
Dari pantauan awak Kaltim Post pada Rabu, (22/4), warga tampak antusias menyiapkan berbagai kelengkapan acara. Di antaranya melakukan sangrai padi sebelum di tumbuk keesokan harinya. "Ini disangrai," ujar seorang warga yang ikut mempersiapkan padi ketan.
Rangkaian dimulai dengan membuat tikar pandan hutan sebagai alas dan lesung dari batang cempedak. Padi ketan muda dipotong, dirontok, direndam semalam, ditiriskan, disangrai, didinginkan, lalu ditumbuk dua tahap dengan alu dan lesung. Hasilnya diolah jadi kue ketan wajik atau bongkal baham. Sebelum disantap bersama, kue didoakan dulu.
Selama tiga hari tiga malam, warga bergotong royong tanpa henti. Digelar pula tepong tawar, dan berbagai penampilan keaeniam budaya di Desa Kedang Ipil. Keunikan Nutuk Beham ada pada lesung dari pohon cempedak yang disusun di panggung. Saat alu ditumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi khas berirama sesuai kekuatan penumbuk.
Warga bergantian menumbuk secara berkelompok. Tradisi ini jadi daya tarik budaya Kedang Ipil, desa berusia ratusan tahun yang masih menjaga adat di tengah alam perbukitan. (qi)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo