Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Lebaran, Pemkab Kutim Siapkan Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi ‎

Jufriadi • Kamis, 12 Maret 2026 | 16:20 WIB

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.


SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan program pasar murah sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program tersebut direncanakan mulai digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

‎Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk merutinkan kegiatan pasar murah sebagai bagian dari pengendalian inflasi di daerah.

‎“Saya sudah perintahkan dinas terkait segera melakukan operasi pasar murah,” ucap Ardiansyah.

‎Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat inflasi di Kutim saat ini berada pada angka -0,22 persen atau masih tergolong stabil. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan berbagai langkah antisipasi agar harga bahan pokok tetap terkendali.

‎Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya menjaga ketersediaan stok barang, memantau harga di pasar tradisional, mendorong peningkatan produksi pertanian lokal, hingga pelaksanaan pasar murah di beberapa kecamatan.

‎Ardiansyah mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi antarperangkat daerah agar tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

‎Ia juga menyebutkan, berdasarkan laporan Disperindag Kutim, beberapa komoditas bahan pokok dan penting (bapokting) memang mulai mengalami kenaikan. Namun, harga tersebut dinilai masih berada pada batas wajar.

‎“Dengan pasar murah, masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.

‎Sementara itu, Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadhani menyebutkan pelaksanaan pasar murah direncanakan digelar sebelum Idul Fitri di wilayah Kecamatan Sangatta Utara.

‎“Kami belum melakukan pasar murah, karena proses anggaran belum selesai. Mungkin bulan ini terkejar di satu wilayah aja,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, setelah Idul Fitri pihaknya akan kembali menyusun rencana pelaksanaan pasar murah di sejumlah kecamatan lainnya.

‎Namun demikian, pelaksanaan program tersebut tetap akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penurunan.

‎“Program ini merupakan sebagian dari pengendalian inflasi, jadi kami upayakan melakukan lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kutim pada minggu pertama Maret 2026 berada di angka -2,21.

‎Artinya, rata-rata harga pada awal Maret mengalami penurunan sebesar 2,21 persen dibandingkan rata-rata harga pada Februari.

‎IPH dibaca sebagai perubahan rata-rata harga dalam periode waktu tertentu. Jika angkanya positif berarti harga cenderung naik, sedangkan jika negatif berarti harga rata-rata mengalami penurunan.

‎Dalam kasus Kutim, nilai minus menunjukkan tekanan harga relatif terkendali pada awal Maret. (*)

Editor : Ismet Rifani
#ardiansyah sulaiman #operasi pasar (OP) #disperindag kutim #lebaran 2026 #Nora Ramadhani #pemkab kutim