Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DPRD Kutim Usul Biaya Sekolah Swasta Ditekan, Kurangi Penumpukan di SMA/SMK Negeri

Jufriadi • Senin, 13 Juli 2026 | 13:01 WIB
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Jufriadi/KP)

 
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Jufriadi/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – DPRD Kutai Timur (Kutim) menilai persoalan keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri tidak cukup diselesaikan dengan menambah jumlah ruang belajar. Pemerintah juga didorong memberi perhatian terhadap biaya pendidikan di sekolah swasta agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi mengatakan, sekolah swasta dapat menjadi alternatif bagi lulusan SMP yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun, pilihan tersebut kerap terkendala biaya sehingga sebagian orang tua tetap memaksakan anaknya mendaftar ke sekolah negeri.

Baca Juga: Hari Pertama MPLS di Balikpapan: Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Mulai Diterapkan  

Menurutnya, dukungan pemerintah melalui kebijakan atau subsidi biaya pendidikan di sekolah swasta dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus mengurangi penumpukan peserta didik baru di sekolah negeri setiap tahun.

"Kalau sekolah swasta semakin berkualitas dan biayanya lebih terjangkau, masyarakat tentu akan memiliki alternatif selain sekolah negeri. Ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi penumpukan saat PPDB," katanya.

Baca Juga: Batu Bara Tak Lagi Mampu Dongkrak Ekspor Kaltim

Selain persoalan biaya, Jimmi menilai peningkatan kualitas sekolah swasta juga harus menjadi perhatian. Pemerintah diharapkan terus mendukung peningkatan mutu tenaga pendidik, penyediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta.

Baca Juga: Semarak Hari Pertama MPLS, SD 005 Samarinda Ilir Hadirkan Photobooth hingga Permainan Tradisional

Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa secara keseluruhan kapasitas SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kutim sebenarnya masih mampu menampung lulusan SMP. Persoalan muncul karena mayoritas masyarakat masih menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama sehingga terjadi penumpukan pendaftar di sejumlah sekolah.

"Jumlah lulusan terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan layanan pendidikan agar seluruh anak tetap bisa melanjutkan sekolah," ujar Jimmi. (*)

Editor : Sukri Sikki
#sekolah #dprd kutim #biaya #Jimmi #sma/smk