Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investasi Emas Masih Jadi Pilihan Favorit, Ini Panduan Tips agar Tak Merugi

Nur Ismi Fadillah • Senin, 4 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Emas antam masih jadi pilihan favorit.
Emas antam masih jadi pilihan favorit.

KALTIMPOST.ID, Dilansir dari databoks.katadata.co.id, 46 persen masyarakat Indonesia memilih berinvestasi emas.

Data tersebut menunjukkan bahwa emas menjadi jenis investasi yang paling banyak diminati dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, seperti reksa dana (32%) dan deposito bank (30%).

Alasannya karena investasi emas mudah dipelajari oleh pemula dan memiliki banyak keuntungan, di antaranya adalah pergerakan nilai emas yang cenderung naik dari tahun ke tahun, daya tahan emas terhadap inflasi, dan kemudahan dalam pencairan dana. 

Akan tetapi, setiap jenis investasi memiliki risiko masing-masing, demikian pula emas.

Oleh karena itu, jangan sampai salah strategi dalam berinvestasi emas sehingga niat ingin untung malah buntung.

Berikut ini tips yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi emas untuk menghindari kerugian.

  1. Pahami Perbedaan Harga Jual dan Harga Beli

Harga beli adalah harga yang dibayar ketika membeli emas, sedangkan harga jual atau yang disebut dengan istilah buyback adalah harga yang diterima ketika menjual emas.

Perlu diketahui bahwa harga jual dan harga beli emas tidak sama dan dapat berubah setiap harinya.

Hal ini disebabkan oleh selisih atau spread, yakni biaya bersama yang timbul dari selisih antara harga jual dan harga beli yang dibebankan pembeli dan penjual dalam menukar aset dengan satu sama lain. 

Faktor lain yang mempengaruhi perbedaan harga jual dan harga beli adalah likuiditas pasar. Maksudnya adalah banyaknya jumlah penjual dan pembeli yang melakukan transaksi.

Semakin rendah likuiditas pasar, maka semakin tinggi selisih (spread) harga jual dan harga beli emas. 

Selain spread, perlu diketahui juga bahwa harga beli biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual karena harga beli mencakup biaya operasional penjual, margin keuntungan, dan risiko fluktuasi harga di masa depan.

Jadi, harga beli dan harga jual penting untuk diperhatikan agar investasi emas mendapatkan keuntungan.

  1. Perhatikan Fluktuasi Harga Emas 

Fluktuasi harga emas dapat dilihat pada situs https://www.logammulia.com/id/grafik-harga-emas.

Grafik harga tersebut dapat dipelajari sebagai gambaran bagaimana fluktuasi harga emas dari tahun ke tahun sehingga jangka waktu investasi juga bisa diperkirakan dan seberapa besar keuntungan yang nantinya didapatkan.

Mengetahui harga emas juga penting sebagai acuan kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli emas.

  1. Hindari Investasi Emas Jangka Pendek 

Emas bukanlah investasi yang cocok dilakukan dalam jangka pendek walaupun memiliki nilai yang stabil. Sebab, emas cenderung memiliki kenaikan harga yang lambat.

Emas yang baru dibeli dalam jangka waktu kurang dari setahun cenderung rugi jika dijual. Sebagai contoh, berdasarkan situs logammulia.com, pada 22 April 2025 harga satu gram emas mencapai Rp 2.039.000.

Jika emas tersebut dijual pada 4 Agustus 2025, maka harganya jatuh pada Rp 1.792.000 sehingga rugi sebesar Rp 247.000. 

Oleh karena itu, untuk menghindari kerugian, lakukan investasi emas dalam jangka panjang.

Sebagai contoh, pada 28 Desember 2020 harga satu gram emas yaitu Rp 969.500. Jika emas tersebut dijual pada 4 Agustus 2025, maka berdasarkan harga jual saat ini yaitu Rp 1.792.000, untung yang didapat sebesar Rp 822.500.

  1. Pilih Tempat Jual Beli Emas yang Tepat 

Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam memilih tempat berinvestasi emas adalah memastikan keaslian emas itu sendiri.

Pilih toko atau tempat membeli emas yang terpercaya. Contohnya jika toko tersebut menjual emas antam terbaru, maka keasliannya dapat dicek melalui sertifikat digitalnya menggunakan aplikasi CertiEye milik Antam yang bisa diunduh melalui Play Store atau Apple Store.

Selain itu, bandingkan harga yang ditawarkan setiap toko karena setiap toko atau penjual emas memiliki penawaran harga jual dan harga beli yang berbeda-beda.

Ada toko yang menetapkan harga jual emas berdasarkan tahun produksi, namun ada pula yang tidak.

Pilihlah toko yang selisih harganya tidak jauh berbeda dengan harga pasar yang dapat dipantau melalui situs logammulia.com. 

Selain itu, perhatikan selisih (spread) setiap toko. Biaya ini juga dapat berbeda antara penyedia layanan yang berbeda, sehingga pembeli dan penjual mungkin akan menemukan spread yang berbeda dari penyedia layanan yang berbeda.

  1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Dalam berinvestasi disarankan untuk menentukan tujuannya. Misalnya investasi untuk dana pendidikan, pernikahan, atau tabungan hari tua.

Jika tujuan sudah ditentukan, berikutnya tentukan jangka waktunya. Hal ini penting dilakukan karena dalam rumus investasi terdapat variabel waktu yang menentukan nilai keuntungan investasi.

Jadi, pada saat waktu yang telah ditentukan, investasi dapat menghasilkan keuntungan dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Dengan mempelajari lima poin di atas, buatlah strategi dalam melakukan investasi emas agar dapat mencapai hasil yang lebih memuaskan, tepat sasaran, dan tentunya terhindar dari kerugian.

Editor : Hernawati
#tips investasi emas #emas antam #emas #investasi emas #emas perhiasan