Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Fenomena Aneh di Islandia, Nyamuk Pertama Akhirnya Muncul Setelah Ratusan Tahun

Dwi Puspitarini • Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:01 WIB
Ilustrasi. Nyamuk akhirnya muncul di Islandia!
Ilustrasi. Nyamuk akhirnya muncul di Islandia!

KALTIMPOST.ID, Negeri yang selama ini dikenal bebas dari serangga penghisap darah kini kehilangan status langkanya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, nyamuk ditemukan hidup di Islandia, sebuah tanda kecil yang menyimpan makna besar tentang perubahan iklim global.

Penemuan ini terjadi pada pertengahan Oktober 2025. Seorang warga bernama Björn Hjaltason menemukan seekor nyamuk di kebunnya di Kiðafell, Kjós, dan membagikannya di grup Facebook “Insects in Iceland”. Tak lama kemudian, ia menemukan dua ekor lagi, satu jantan dan satu betina.

Spesimen tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Matthías Alfreðsson, ahli entomologi dari Icelandic Institute of Natural History, sebagai Culiseta annulata, jenis nyamuk yang terkenal tahan dingin.

Selama ini, Islandia sering disebut “benteng terakhir bebas nyamuk” di dunia, bersama Antartika. Namun, Hjaltason dengan nada getir menulis di media sosialnya, “Benteng terakhir telah jatuh.”

Bagi banyak orang, ini bukan sekadar soal tiga ekor nyamuk, melainkan pertanda bahwa iklim dunia benar-benar berubah.

Menurut para ilmuwan, suhu di Islandia meningkat empat kali lebih cepat dari rata-rata belahan bumi utara. Efeknya sudah terlihat: es gletser mencair, ikan makarel bermigrasi ke utara, dan kini, nyamuk mampu bertahan di suhu dingin ekstrem.

Jenis Culiseta annulata ini memang bukan pembawa penyakit berbahaya seperti demam berdarah atau Zika, tapi kemampuan adaptasinya terhadap dingin membuat para ilmuwan khawatir akan penyebarannya.

“Ini bukan tentang tiga ekor nyamuk,” kata Alfreðsson, “tapi tentang bagaimana lingkungan kita berubah dengan sangat cepat.”

Kemunculan serangga tropis di negeri es menjadi sinyal kuat bahwa batas-batas ekologi bumi sedang bergeser. Apa yang dulu mustahil kini menjadi kenyataan.

Para peneliti menduga nyamuk-nyamuk ini mungkin datang melalui pelabuhan Grundartangi, sekitar enam kilometer dari lokasi penemuan.

Jika benar, berarti ada kemungkinan populasi kecil nyamuk lain sudah mulai beradaptasi di wilayah sekitar.

Fenomena di Islandia hanyalah satu dari banyak perubahan yang kini terjadi di dunia. Tahun ini, Inggris juga melaporkan telur nyamuk tropis Aedes aegypti dan Aedes albopictus di wilayah Kent, sesuatu yang dulu dianggap mustahil terjadi di Eropa.

Para ahli menegaskan, kejadian ini adalah peringatan keras: bumi sedang berubah lebih cepat dari kemampuan manusia untuk beradaptasi.

Langkah-langkah pemantauan dan mitigasi perubahan iklim kini menjadi lebih mendesak dari sebelumnya, bukan hanya untuk melindungi manusia, tapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang mulai terguncang.***

Editor : Dwi Puspitarini
#cuaca ekstrem #culiseta annulata #nyamuk #perubahan iklim #nyamuk Islandia