MONSTERA dari dulu hingga saat ini masih menjadi salah satu tanaman hias favorit karena bentuk daunnya lebar, unik, dan memiliki belahan khas.
Apabila dirawat dengan tepat, tanaman ini bisa mempercantik sudut rumah sekaligus menghadirkan suasana hijau yang menyegarkan.
Namun, tidak sedikit pemilik tanaman mengalami masalah saat memelihara monstera seperti daun menguning, pertumbuhan lambat, hingga tampilan yang kurang menarik.
Penyebabnya bisa berasal dari paparan sinar matahari berlebihan, penyiraman yang tidak tepat, atau media tanam yang kurang sesuai.
Lantas, bagaimana cara merawat monstera agar tumbuh sehat dan berdaun lebar?
Berikut panduan praktis yang dirangkum berdasarkan materi perawatan Monstera Variegata dari YouTube menanam kisah:
1. Letakkan Monstera di Tempat Terang, tetapi Hindari Matahari Langsung
Lokasi penempatan menjadi faktor penting dalam merawat monstera. Tanaman ini membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhan daun dan menjaga kondisinya tetap sehat.
Namun, paparan sinar matahari langsung secara berlebihan berisiko membuat daun menguning atau mengalami kerusakan.
Berikut pilihan lokasi yang bisa Anda pertimbangkan:
- Dekat jendela dengan cahaya alami tidak langsung.
- Teras rumah yang terlindungi dari terik matahari.
- Area luar ruangan dengan naungan atau jaring peneduh.
Jika menempatkannya di dalam rumah, pastikan tanaman tetap memperoleh cahaya yang cukup. Hindari sudut ruangan yang terlalu gelap karena pertumbuhannya dapat terganggu.
Ibarat manusia yang membutuhkan asupan energi, monstera juga memerlukan cahaya dalam jumlah tepat. Terlalu sedikit maupun berlebihan sama-sama kurang baik.
Baca Juga: Jangan Dibuang, Air Cucian Beras Ternyata Bikin 6 Tanaman Ini Tumbuh Lebih Subur, Apa Saja?
2. Atur Penyiraman agar Daun Monstera Tidak Menguning
Penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi media tanam, bukan sekadar mengikuti jadwal harian. Terlalu banyak air dapat membuat akar kekurangan oksigen dan berisiko membusuk.
Materi sumber menyarankan penyiraman sekitar 2–3 kali seminggu. Frekuensinya bahkan bisa cukup sekali seminggu, bergantung pada kondisi tanaman dan lingkungannya.
Untuk mengetahui kebutuhan air, lakukan pemeriksaan sederhana:
- Masukkan jari ke media tanam sedalam sekitar 1 inci atau 2,5 sentimeter.
- Jika bagian tersebut terasa kering, tanaman bisa disiram.
- Jika masih lembap, tunda penyiraman dan periksa kembali nanti.
Siram secara merata hingga air keluar melalui lubang drainase pot. Jangan membiarkan air menggenang di bagian bawah pot.
Waktu penyiraman tidak harus selalu sore hari. Sesuaikan dengan kondisi media tanam dan pastikan kelebihan air dapat mengalir keluar.
3. Pilih Media Tanam dan Nutrisi yang Mendukung Pertumbuhan
Media tanam berperan penting dalam menjaga kesehatan akar. Monstera membutuhkan media yang mampu menyediakan kelembapan sekaligus mengalirkan kelebihan air.
Dalam pemaparannya pengasuh YouTube menanam kisah ini menyarankan campuran tanah, pasir, dan pupuk dengan perbandingan 1:1. Namun, jumlah masing-masing bahan dan jenis pupuk perlu diperiksa kembali.
Sebagai tambahan, Anda bisa mempertimbangkan bahan berikut:
- Tanah sebagai salah satu komponen media tanam.
- Bahan berpori untuk membantu sirkulasi udara.
- Hidroton untuk membantu menciptakan ruang udara dalam media.
Pastikan media tidak terlalu padat agar akar dapat berkembang dengan baik.
Pemberian pupuk juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Jangan memberikan pupuk berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan akar.
Materi sumber menyebut penggunaan pupuk B1 setiap minggu. Namun, jenis produk, dosis, dan manfaatnya untuk Monstera Variegata perlu diverifikasi sebelum diterapkan.
Baca Juga: Tanaman Terpapar Abu Vulkanik Bisa Mati? Simak Bahaya dan Langkah Aman Membersihkannya
4. Ganti Pot dan Pangkas Bagian Tanaman dengan Tepat
Pertumbuhan akar perlu diperhatikan agar monstera tidak mengalami keterbatasan ruang. Salah satu tandanya adalah akar mulai melingkar atau memenuhi bagian dalam pot.
Jika kondisi tersebut muncul, pertimbangkan memindahkan tanaman ke pot yang sedikit lebih besar. Pilih pot dengan lubang drainase agar kelebihan air tidak tertahan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengganti pot:
- Gunakan pot yang ukurannya sedikit lebih besar dari sebelumnya.
- Hindari pot terlalu besar karena media bisa menyimpan kelembapan berlebihan.
- Periksa kondisi akar dan buang bagian yang busuk menggunakan alat bersih.
Jangan memangkas daun sehat secara sembarangan. Daun masih berperan penting dalam proses fotosintesis tanaman.
Jika terdapat daun mati atau rusak, potong menggunakan gunting tanaman yang bersih. Pemangkasan ini membantu menjaga kebersihan dan penampilan tanaman.
5. Bersihkan Daun Monstera dan Singkirkan Gulma
Daun lebar monstera mudah menjadi tempat menempelnya debu. Jika dibiarkan menumpuk, kotoran dapat mengganggu penampilan sekaligus mengurangi kemampuan daun menerima cahaya.
Karena itu, lakukan perawatan daun monstera secara berkala dengan langkah sederhana:
- Siapkan kain lembut yang bersih.
- Basahi sedikit menggunakan air bersih.
- Usap permukaan daun secara perlahan.
- Bersihkan bagian bawah daun yang juga berpotensi menyimpan debu.
Hindari menggosok daun terlalu keras karena permukaannya bisa mengalami kerusakan.
Perhatikan pula gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar pot. Singkirkan tanaman tersebut agar tidak bersaing mendapatkan air dan nutrisi.
E. Kesalahan yang Sering Terjadi
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari ketika merawat monstera:
- Terlalu sering menyiram: Media yang terus basah meningkatkan risiko akar membusuk.
- Meletakkan tanaman di bawah terik matahari: Paparan berlebihan dapat menyebabkan daun menguning atau terbakar.
- Mengabaikan kebersihan daun: Debu yang menumpuk membuat permukaan daun terlihat kusam dan mengganggu penerimaan cahaya.
Nah, setelah menyimak beberapa tips tadi. Maka merawat monstera agar berdaun lebar dan tampil menarik membutuhkan perhatian terhadap pencahayaan, penyiraman, media tanam, nutrisi, serta kebersihan daun.
Dengan perawatan konsisten dan sesuai kebutuhan tanaman, monstera dapat tumbuh lebih sehat sekaligus mempercantik hunian.(*)
Editor : Thomas Priyandoko