KALTIMPOST.ID, Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun menyampaikan dorongan kepada masyarakat yang sebelumnya menggantungkan hidup dari usaha jasa penyeberangan feri Sungai Ratah agar mulai mempertimbangkan peluang usaha baru pasca selesainya pembangunan jembatan pengganti.
“Mereka sudah kurang lebih sebelas tahun menjalankan usaha feri penyeberangan. Saya yakin pasti ada hasil yang mereka peroleh selama itu. Nah, hasil itu bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha lain,” ujar Wakil Bupati, Selasa (6/5).
Dalam kesempatan tersebut, Yohanes menegaskan bahwa tidak semua masyarakat harus kembali berladang.
Menurutnya, potensi usaha lain yang lebih sesuai dengan kondisi sekitar bisa dimanfaatkan, terlebih karena sebagian besar lahan di sekitar jembatan merupakan milik warga sendiri.
“Bisa buka warung, bangun toilet umum yang bisa digunakan pengguna jalan, atau bahkan menjadikan kawasan itu sebagai semacam rest area,” sarannya.
Ia juga menambahkan, kawasan tersebut memiliki potensi untuk pengembangan perkebunan, khususnya sawit, karena adanya pabrik di sekitar area tersebut.
Pemerintah daerah pun siap memfasilitasi kebutuhan bibit bagi warga yang ingin membuka lahan perkebunan.
“Kami bisa bantu bibitnya, baik dari perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, atau dari pemerintah daerah langsung. Bibit bukan masalah, tinggal kemauan dari masyarakat,” tegas Yohanes.
Melalui berbagai opsi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat terus produktif dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi ekonomi pascaoperasionalisasi jembatan Sungai Ratah.
Editor : Hernawati