KALTIMPOST.ID, LONG APARI – Di wilayah yang selama ini dikenal sulit dijangkau dan memiliki harga kebutuhan pokok tinggi, warga Long Apari akhirnya bisa bernapas lega.
Sebab, untuk pertama kalinya, pemerintah daerah menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) langsung ke perbatasan.
Baca Juga: Devung Paran Tegaskan APBDP 2025 Sah, Fokus ke APBD 2026 dan Nasib TNP Mahakam Ulu
Program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu periode 2025–2030.
Kegiatan perdana digelar di Kecamatan Long Apari dan langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Di sela kegiatan, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi warga di pedalaman.
“Gerakan pangan murah itu ada dalam 100 hari program kerja kita. Kita memberikan pangan murah dengan niat membantu masyarakat, setidaknya meringankan beban mereka,” ujar Angela, Kamis (23/10/2025).
Angela menambahkan, Long Apari dipilih sebagai lokasi pertama bukan tanpa alasan.
Selain efisien dari segi perjalanan, kegiatan ini juga menjadi bentuk perhatian bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
“Sebelumnya kami menghadiri Hudoq Pekayang di Liu Mulang, Kecamatan Long Pahangai. Jadi setelah itu, lebih efisien langsung ke Long Apari daripada kembali dulu ke Ujoh Bilang. Selain efisiensi, kami juga mempertimbangkan kondisi tim agar tidak terlalu lelah,” jelasnya.
Menurut Angela, harga kebutuhan pokok di Mahakam Ulu kerap melambung akibat sulitnya akses darat yang menghambat distribusi logistik.
Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki jalur transportasi dengan dukungan dari pemerintah pusat dan DPR.
“Jalur darat kita memang belum sepenuhnya terhubung, tapi kami akan terus berusaha. Ini juga berkaitan dengan dukungan dari pusat melalui APBN. Kami berharap DPR bisa membantu mempercepat pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan GPM juga dirangkai dengan pelayanan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
Salah satu warga Long Apari, Yuliana Buaq (29), mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia membeli satu paket bahan pokok seharga Rp100 ribu, berisi beras, gula, dan minyak goreng.
“Biasanya beras 5 kilo bisa sampai Rp130 ribu, minyak goreng satu liter Rp35 ribu, gula juga mahal sampai Rp25 ribu. Jadi ini sangat membantu sekali,” ungkap Yuliana, warga asal Tiong Ohang.
Ia menuturkan, harga kebutuhan pokok di wilayahnya bisa melonjak dua kali lipat saat musim kemarau karena pasokan sulit masuk.
“Satu karung beras 25 kilo bisa tembus Rp1 juta lebih. Jadi dengan program ini kami bisa hemat sampai Rp100 ribuan,” katanya.
Yuliana berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di awal program saja.
“Kalau bisa jangan cuma sekali, karena di Long Apari harga-harga memang tinggi. Dengan pangan murah ini, kami sangat-sangat terbantu,” ujarnya.
Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati.
“DPRD sangat mendukung program kerja 100 hari Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati. Gerakan pangan murah dan pelayanan kesehatan gratis ini sangat diharapkan masyarakat, khususnya di Long Apari,” ucap Devung.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut, bukan hanya di awal masa pemerintahan.
“Harapannya tidak hanya pada saat ini saja, tetapi bisa berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi