Bukan Sekadar Kejar Target, Bupati Mahulu Tak Mau Bangunan Rumah Sakit Dikerjakan Asal-asalan

Jody Kristianto • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:32 WIB
TEKANKAN KUALITAS: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan (kiri) saat menanyakan progres pembanguan RS Kelas C GSM Ujoh Bilang, Rabu (9/9). (IST)
TEKANKAN KUALITAS: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan (kiri) saat menanyakan progres pembanguan RS Kelas C GSM Ujoh Bilang, Rabu (9/9). (IST)

 

KALTIMPOST.ID, MAHULU – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menegaskan pembangunan Rumah Sakit Kelas C RSUD Gerbang Sehat Mahakam (GSM) tidak boleh dikerjakan terburu-buru hanya demi mengejar target waktu.

Pemerintah daerah menempatkan mutu konstruksi sebagai prioritas mutlak karena fasilitas medis tersebut menyangkut keselamatan masyarakat secara langsung.

Baca Juga: HUT Ke-71 Lalu Lintas, Satlantas Polres PPU Gelar Donor Darah Bersama TNI dan Bhayangkari

Penegasan tersebut disampaikan Angela saat meninjau langsung progres fisik pembangunan RSUD Kelas C GSM di Ujoh Bilang, Rabu (9/9). Dia ingin memastikan seluruh rangkaian pekerjaan di lapangan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar bangunan kesehatan.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan, capaian pengerjaan rumah sakit saat ini baru menyentuh angka sekitar 5,2 persen. Proyek strategis pelayanan kesehatan publik ini semula ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026.

Namun, fenomena bencana kemarau panjang yang kini melanda kawasan hulu Mahakam menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran operasional kerja. Faktor alam tersebut berpotensi memperlambat distribusi logistik dan ritme pengerjaan konstruksi di lokasi.

Baca Juga: Sengketa Lahan IKN, BPN PPU Minta Partai Buruh Langsung Layangkan Gugatan Perdata ke Pengadilan

“Progres pembangunan saat ini baru mencapai 5,2 persen dan ditargetkan selesai di akhir Desember. Tetapi dengan kondisi bencana kemarau yang sedang melanda Mahakam Ulu, saya rasa akan ada addendum untuk kontraknya,” ungkap Angela.

Angela menggarisbawahi bahwa peluang addendum atau penyesuaian kontrak kerja harus dipandang sebagai upaya mengamankan kualitas hasil akhir. Pihaknya tidak ingin rekanan pelaksana memaksakan kecepatan kerja yang berisiko menurunkan mutu struktur bangunan.

“Saya tidak ingin pelaksanaan ini buru-buru, apalagi ini pembangunan rumah sakit yang nantinya akan dipakai oleh masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu,” tuturnya lugas.

Baca Juga: Sambo Balikpapan Sudah 70 Persen, Dispensasi Atlet Masih Jadi Kendala

Menurutnya, bangunan gedung rumah sakit memiliki regulasi dan tingkat keandalan yang jauh lebih ketat dibandingkan bangunan umum. Aspek kekuatan dan keamanan fasilitas kesehatan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Saya ingin tahapannya benar-benar berjalan sesuai tahapan, tetapi saya juga ingin kondisi bangunannya mempunyai kualitas mutu yang terjamin,” tegas bupati perempuan pertama di Mahulu tersebut.

Menyikapi kemungkinan penyesuaian masa kontrak, Pemkab Mahulu menyatakan kesiapannya untuk mendampingi kontraktor dalam melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan. Dengan begitu, mekanisme addendum dapat berjalan tertib administrasi serta taat aturan perundang-undangan.

Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kubar Hari Ini, PLN Melak Ungkap Penyebabnya

Di samping menyoroti progres fisik, Angela mengapresiasi sikap proaktif dan pola komunikasi terbuka dari pihak ketiga penyedia jasa. Hubungan koordinatif yang solid dinilai sangat membantu mengatasi hambatan teknis di lapangan.

“Puji Tuhan, dari pihak ketiga yang melaksanakan proyek ini sangat baik dalam berkomunikasi. Mereka juga ingin proyek ini selesai dengan baik, dengan kualitas yang baik dan tidak asal-asalan,” ucap Angela.

Kebutuhan fasilitas RSUD Kelas C GSM terbilang sangat krusial bagi warga di tapal batas Kalimantan Timur ini. Luasnya bentang alam Mahulu serta keterbatasan akses antarkampung menuntut kehadiran pusat layanan medis yang tangguh dan terdekat.

Baca Juga: 18 Titik di Balikpapan Utara Terdampak Pemadaman Listrik Pagi Ini 14 September

Angela pun menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan anggaran bagi pendirian fasilitas medis vital ini. Fasilitas rumah sakit baru tersebut diharapkan mampu memangkas rintangan geografis yang berat sehingga warga Mahulu segera menikmati layanan kesehatan rujukan yang memadai. (*)

Editor : Dwi Restu A
gerbang sehat mahakam jangan terburu-buru Mahakam Ulu kualitas rsud