Dalam mutasi terbaru, Irwan Anwar ditugaskan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri. Penempatan tersebut sekaligus menandai kenaikan pangkatnya menjadi perwira tinggi Polri bintang satu.
Sebelum mutasi ini, Irwan menjabat Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri. Namanya sempat menjadi perhatian publik karena pernah menjabat Kapolrestabes Semarang saat terjadi kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy, pada November 2024.
Peristiwa tersebut melibatkan anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin, yang menembak korban hingga meninggal dunia. Kasus itu terjadi ketika Irwan masih memimpin Polrestabes Semarang.
Irwan Anwar lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 17 Februari 1972. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya di kepolisian terbilang panjang dengan sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kapolres Madiun, Wakapolres Metro Depok, hingga Kapolrestabes Makassar.
Ia juga pernah bertugas di lingkup Bareskrim Polri, antara lain sebagai Kasubdit Tindak Pidana Siber serta Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Siber. Selain itu, Irwan sempat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum di Polda Nusa Tenggara Barat dan Polda Sumatera Utara.
Penugasan terbaru di lingkungan Lemdiklat Polri menempatkan Irwan pada jalur pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia kepolisian, seiring status barunya sebagai perwira tinggi.
Editor : Uways Alqadrie