Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) pagi di Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya. Remaja berusia 16 tahun itu disebut berulang kali menolak disunat karena merasa takut, bahkan memilih bersembunyi di rumah kerabatnya.
Danru Damkar Kabupaten Bekasi, Hoiru Syahrial, mengatakan laporan masuk dari pihak keluarga yang khawatir anaknya terus menghindar. Sejumlah personel kemudian mendatangi lokasi untuk membantu proses pendekatan.
Saat didatangi, remaja tersebut mengunci diri dan menolak keluar. Setelah dilakukan komunikasi cukup lama, petugas bersama keluarga akhirnya membuka paksa pintu demi memastikan kondisi remaja tersebut aman.
Petugas kemudian mendampingi remaja itu ke kendaraan dan membawanya ke mantri sunat di wilayah Kecamatan Sukawangi. Proses berjalan dengan pengawalan keluarga hingga situasi kembali kondusif.
Setelah tindakan medis selesai pada sore hari, remaja tersebut diantar kembali ke rumah. Berdasarkan keterangan petugas, alasan utama penolakan selama ini adalah rasa takut menjalani sunat.
Editor : Uways Alqadrie