Kebijakan tersebut tertuang dalam keputusan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan yang ditandatangani Panglima TNI pada awal pekan ini. Dengan perubahan itu, pejabat Pangdam Jaya saat ini, Deddy Suryadi, mendapatkan kenaikan pangkat dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal TNI.
Langkah tersebut merupakan bagian dari validasi organisasi di tubuh TNI yang bertujuan menyesuaikan struktur komando dengan kebutuhan strategis. Kodam Jaya sendiri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan wilayah ibu kota serta daerah sekitarnya.
Sejumlah sumber militer menyebutkan kebijakan ini juga berkaitan dengan peningkatan peran dan tanggung jawab komando di wilayah Jakarta yang memiliki nilai strategis nasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi mengenai perubahan struktur jabatan tersebut.
Dengan keputusan ini, jabatan Pangdam Jaya kini setara dengan sejumlah posisi komando strategis lainnya di lingkungan TNI yang dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat letnan jenderal.
Saat ini, Pangdam Jaya dijabat Mayjen TNI Deddy Suryadi yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1996 dari satuan Infanteri Kopasuss.
Mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pernah menduduki jabatan penting di Korps Baret Merah Kopassus, di antaranya, Danrup 2 Sandhi Yudha, Wadanjen Kopassus hingga Danjen Kopassus.
Editor : Uways Alqadrie