Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diamuk Netizen; Beri Nilai Minus, Singgung Artikulasi, Hanya Perasaan Peserta

Thomas Priyandoko • Selasa, 12 Mei 2026 | 08:36 WIB
MC dan Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI diamuk netizen karena kekurang cermatan dalam lomba tersebut.
MC dan Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI diamuk netizen karena kekurang cermatan dalam lomba tersebut.

 

KALTIMPOST.ID – Perdebatan terkait penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik di media sosial.

Polemik mencuat usai SMAN 1 Pontianak (Grup C) mempertanyakan keputusan dewan juri dalam sesi rebutan pertanyaan.

Sekolah tersebut menilai jawaban yang disampaikan tim mereka sebenarnya memiliki makna yang sama dengan jawaban peserta dari SMAN 1 Sambas, khususnya pada pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga: Ayu Aulia Bongkar Hubungan dengan Bupati Inisial R, Singgung Kehilangan Rahim, Ini Deretan Bupati Berinisial R

Meski demikian, dewan juri yang diketuai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Dyastasita Widya Budi justru memberikan pengurangan minus 5 nilai kepada tim SMAN 1 Pontianak. 

Di sisi lain, tim dari SMAN 1 Sambas (Grup B) mendapat poin penuh yakni 10 atas jawaban yang dianggap serupa.

“Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian, yang berpotensi mempengaruhi objektivitas hasil,” demikian isi poin kedua tuntutan klarifikasi dari SMAN 1 Pontianak yang beredar pada Senin, 11 Mei 2026.     

Polemik bermula saat regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan tentang proses pemilihan anggota BPK.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini 12 Mei 2026 di Raja Emas dan Lakuemas Kompak Turun

Namun jawaban itu dinilai kurang tepat dan berujung pengurangan skor oleh salah satu juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR Dyastasita.

 Setelah kesempatan dialihkan ke tim lain, peserta dari SMAN 1 Sambas menyampaikan jawaban yang hampir identik dan justru mendapat nilai sempurna dari dewan juri.

Keputusan tersebut langsung diprotes peserta SMAN 1 Pontianak yang merasa unsur jawaban yang dipermasalahkan sebenarnya telah mereka sebutkan sebelumnya.

Dyastasita mengaku tidak mendengar ada jawaban dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Grup B. "Jadi dewan juri berpendapat tidak ada itu (jawaban) Dewan Perwakilan Daerah," atanya.

Sang MC menambahkan keputusan sepenuhnya berada di tangan dewan juri yang hadir di lomba yang dianggap kompeten dan sangat teliti. 

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," katanya. Dan peserta bisa mengecek dengan menonton tayangan ulang setelah lomba.

Juri lainnya Indri Wahyuni, malah menyoroti pentingnya artikulasi saat peserta menyampaikan jawaban.

“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar perempuan yang menjabat kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi.

Pernyataan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial dan menjadi bagian dari polemik penilaian dalam kompetisi tersebut.

Respons juri dan pembawa acara setelah protes itu kemudian ramai diperbincangkan warganet. Banyak netizen menilai tidak ada upaya evaluasi ulang terhadap jawaban peserta sebelum keputusan ditegaskan.

Setelah video cuplikan perlombaan viral di media sosial, akun Instagram resmi MPR RI ikut dibanjiri komentar publik. Banyak warganet mempertanyakan konsistensi penilaian dan cara panitia merespons keberatan peserta.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#lomba cerdas cermat kalbar #LCC 4 Pilar MPR RI #lomba