KALTIMPOST.ID, Pemerintah memastikan sebanyak 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih akan mulai menjalankan tugasnya pada Agustus 2026. Sebelum ditempatkan di daerah masing-masing, para manajer diwajibkan mengikuti pelatihan bela negara sebagai bagian dari pembekalan.
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa seluruh peserta ditargetkan telah menyelesaikan pelatihan pada awal Agustus sehingga dapat segera bertugas di koperasi yang telah ditentukan.
"Awal Agustus mereka sudah selesai mengikuti pelatihan dan langsung mulai bekerja di Koperasi Merah Putih," kata Ferry Juliantono.
Ditempatkan di Daerah Asal
Menurut Ferry, penempatan manajer akan disesuaikan dengan domisili atau daerah asal masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar mereka lebih mudah beradaptasi dengan kondisi masyarakat setempat sekaligus mempercepat pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Ia berharap para manajer dapat menjadi motor penggerak dalam menjalankan operasional koperasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola usaha di setiap wilayah.
Bertahap Sesuai Kebutuhan
Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan sekitar 30 ribu manajer. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring bertambahnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai beroperasi di berbagai daerah.
"Penempatannya dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan koperasi di masing-masing wilayah," ujar Ferry.
Didorong Perkuat Ekonomi Desa
Keberadaan para manajer diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Mereka akan bertanggung jawab mengelola operasional koperasi, mengembangkan unit usaha, hingga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Pemerintah optimistis program Koperasi Merah Putih dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal melalui pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Editor : Ilmidza