KALTIMPOST.ID, SIAK – Kematian dokter spesialis anestesi di RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, menjadi perhatian publik. Dokter bernama Alex Cristo Loris ditemukan meninggal dunia di area semak belukar di samping rumah sakit, sementara penyebab kematiannya masih didalami aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dokter yang akrab disapa dr Alex itu dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026) sore. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan semak yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit.
Baca Juga: Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Berharap Duel Bersejarah Kontra Lionel Messi
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap. Penemuan jenazah tersebut mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi, sementara petugas kepolisian langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Suasana duka menyelimuti lokasi ketika seorang perempuan yang diduga anggota keluarga korban tiba di tempat kejadian. Tangis pecah saat ia melihat jenazah dr Alex sebelum akhirnya ditenangkan oleh warga dan petugas.
Berdasarkan informasi yang beredar, dr Alex diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dan baru beberapa hari bertugas sebagai dokter anestesi di RSUD Tengku Rafian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tenaga medis tersebut. Ia mengatakan seluruh proses penanganan kini diserahkan kepada aparat penegak hukum yang masih melakukan penyelidikan.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan penyebab pasti kematian korban. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa lokasi kejadian, serta menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana atau penyebab lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu tenaga medis di daerah itu. Ia menegaskan seluruh proses penanganan kini berada di bawah kewenangan aparat penegak hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Alex lahir di Tanah Putih, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, pada 29 Oktober 1985. Dokter berusia 40 tahun itu diketahui berdomisili di Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Seram Bagian Timur.
Sebelum peristiwa tersebut, dr Alex dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sore. Keluarga bersama rekan sejawat kemudian melakukan pencarian setelah keberadaannya tidak diketahui.
Pencarian berakhir pada Selasa (14/7/2026) ketika jasad korban ditemukan di area semak di samping RSUD Tengku Rafian, rumah sakit tempatnya bertugas sebagai dokter spesialis anestesi.
Hingga saat ini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian dr Alex. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.
Editor : Uways Alqadrie