Dampak Karhutla, 7 Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Dibatalkan dan 1.070 Penumpang Terdampak

Ari Arief • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:37 WIB
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulsel, tertutup kabut asap karhutla.(generate ai)
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulsel, tertutup kabut asap karhutla.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,MAKASSAR-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga melumpuhkan aktivitas penerbangan. Akibat cuaca buruk yang dipicu karhutla, sebanyak tujuh penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, terpaksa dibatalkan Senin (12/10/2026).

Pembatalan tersebut berdampak langsung pada 1.070 penumpang. Adapun rute yang terdampak meliputi tiga penerbangan rute Makassar–Sorong, satu penerbangan rute Makassar–Ambon, dua penerbangan rute Makassar–Ternate, serta satu penerbangan rute Makassar–Mamuju.

Baca Juga: Kabar Gembira! Warga RI Bakal Dapat HP Gratis Plus Rekening Digital, Ini Bocorannya!

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengonfirmasi bahwa langkah pembatalan diambil demi keselamatan operasional penerbangan akibat memburuknya cuaca dan jarak pandang yang dipicu asap karhutla.

Menanggapi situasi tersebut, manajemen bandara bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan penanganan penumpang berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Rekaman RDP Jadi Kunci Pengusutan 'Pasal Selundupan' PKPU

Langkah penanganan yang disediakan meliputi opsi pengembalian uang tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), hingga penyediaan fasilitas area istirahat bagi para calon penumpang yang tertahan di bandara.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan bersama para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Pakar Ingatkan Risiko Krisis Listrik dan Air di Balik Pembangunan Data Center IKN

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memantau perkembangan cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan,” ujar Ruly.

Selain berkoordinasi dengan maskapai, manajemen bandara juga bekerja sama erat dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan pembaruan data cuaca secara akurat dan real-time.

Baca Juga: BI Dorong Digitalisasi Ekonomi Kalimantan, Informasi Publik Ikut Tentukan Keputusan Masyarakat

Sebagai langkah antisipasi, pihak bandara mengimbau para calon penumpang untuk aktif memeriksa status penerbangan terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum memutuskan berangkat ke bandara.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memastikan akan terus mengawal perkembangan kondisi cuaca dan mengutamakan faktor keselamatan serta keamanan penerbangan dalam setiap pengambilan keputusan operasional.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
sultan hasanuddin bandara makassar karhutla