Aretha Nathania Ramadhani, Penembak Muda di PON XXI 2024 Aceh-Sumut
Oktavia Megaria• Selasa, 24 September 2024 | 09:45 WIB
BERPRESTASI : Bersama ayah dan ibunya, Aretha memamerkan medali perak yang diraih di PON Aceh-Sumut. (Foto: Perbaikin)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Skuad menembak Kaltim hampir saja harus pulang tangan kosong. Usai beberapa target terlepas di dua hari pertandingan cabor menembak pada PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Ya, tim menembak Kaltim sempat gelisah. Pasalnya, tak satu pun medali bisa diraih. Langkah mereka terus terhenti di babak semifinal.
Hingga angin segar itu berembus. Nomor benchrest light varmint yang juga jadi target emas, sukses menyumbangkan satu perak. Yang diisi oleh remaja berusia 14 tahun, Aretha Nathania Ramadhani Hafidzah.
Debut di PON ini, atlet menembak yang masih duduk di bangku SMP ini, sukses menyumbangkan medali. Raihan ini juga menjadi satu-satunya medali yang didapat skuad Benua Etam.
Meraih medali pertamanya di multi ajang empat tahunan tersebut, Aretha tentu amat bersyukur. Tak dipungkiri, panggung PON perdananya ini memberi sedikit ketegangan baginya.
“Pertama itu deg-degan banget, tapi akhirnya bisa lebih santai lagi sampai sesi ketiga juga lebih santai,” ujar atlet kelahiran Bontang ini.
Dia menambahkan, berhadapan dengan para atlet senior membuatnya sempat minder di awal. Beruntung, ia mampu menangani itu dan tak terganggu olehnya.
Pada pertandingan tersebut, Aretha memang sempat unggul di sesi pertama. Bahkan medali emas sudah di depan mata.
Akan tetapi, di sesi kedua poin Aretha malah menurun. Bukan perihal tekanan, ia menyebut ini disebabkan oleh kesalahan prediksi arah angin. Membuat poinnya lebih banyak minus dibanding sesi pertama.
Kendati begitu, Aretha tetap bangga bisa meraih medali di penampilan perdananya di PON.
“Alhamdulillah sih bisa lolos karena ini baru pertama kali juga. Eh bersyukurnya lagi bisa dapat medali,” kata dia.
Aretha mengaku sejak awal tak menarget muluk-muluk. Jika memang rezeki dan mendapat medali, tentu ia amat bersyukur. Tetapi, jika tidak dapat juga tak mengapa baginya karena ini pengalaman pertamanya.
Dengan pemikiran itu pula, ia melakoni pertandingan dengan santai dan seperti tidak ada beban. Ia juga berharap langkahnya bisa terus berlanjut ke kejuaraan-kejuaraan nasional berikutnya.
“Semoga bisa terus menyumbangkan medali bagi Kaltim. Terlebih harapan terbesarnya, bisa turun ke kejuaraan dunia dan Olimpiade tentunya,” tutup putri pasangan Syaiful Lukman dan Junik ini.(*)