KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Setelah beberapa kali berpartisipasi di Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga kriket akhirnya bisa mendulang prestasi tertinggi di PON XXI/2024 Aceh - Sumut. Tak ingin prestasi itu redup, Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim akan serius melakukan pembinaan.
Hal itu diutarakan oleh Ketua PCI Kaltim Ismail dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PCI Kaltim di Ruang Rapat KONI Kaltim, Sabtu (28/6) malam. Pada kesempatan itu, Ismail mengatakan bahwa tantangan kriket ke depan tidak lebih mudah dari sebelumnya.
"Mempertahankan prestasi dan meningkatkannya itu lebih sulit daripada mengejarnya. Ini akan jadi perhatian kami di PCI. Bagaimana agar prestasi satu emas dan dua perak di PON Aceh-Sumut bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi," terang Ismail.
Dirinya menuturkan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar ke depan kriket bisa memiliki lapangan sendiri yang representatif. Sebab, saat ini venue latihan kriket bukan lapangan standar seperti yang digunakan di pertandingan resmi.
"Kami intens berkomunikasi dengan Dispora Kaltim terkait penyediaan fasilitas latihan dan yang utama adalah lapangan. Dengan lapangan seadanya saja kita mampu berprestasi, artinya jika ditunjang dengan lapangan yang memenuhi standar tentu kita bisa lebih baik lagi," kata Ismail.
Sementara itu Wakil Ketua III KONI Kaltim Tommy Gazali optimistis kriket Kaltim mampu untuk bersaing di PON XXII/2028 Nusa Tenggara. Dia berharap agar PCI Kaltim tidak hanya mempertahankan, tapi meningkatkan prestasi.
"Kriket saat ini masuk jajaran cabor unggulan. Harapannya, prestasi yang sudah diraih bisa ditingkatkan lagi. Dan bisa menjadikan kriket masuk jajaran cabor andalan di masa depan," pungkas Tommy. (*)
Editor : Ery Supriyadi