KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kejutan kembali datang dari dunia sepak bola usia muda Balikpapan. Tim yang baru beberapa tahun terakhir naik daun, SSB Ku Kayu, kini menjelma menjadi kekuatan yang tak terbantahkan di level junior.
Kemenangan mereka di Liga Remaja Planet Soccer Balikpapan U-14 2025 menjadi bukti nyata. Bermain di Lapangan Foni Soccer Stadium, Balikpapan Barat, Rabu (15/10) malam, tim asuhan Rudi Hermanto itu menundukkan Dostep dengan skor 2-0.
Gol kemenangan dicetak oleh Zidan Arkana dan Akil Atair — dua nama yang kini tengah jadi perbincangan di kalangan pencari bakat lokal.
Baca Juga: Prediksi Dewa United vs Madura United Hari Ini: Misi Sulit Laskar Sape Kerrab
Bagi pelatih kepala Rudi Hermanto, gelar juara tersebut bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi buah dari kerja keras dan disiplin panjang para pemain muda. “Alhamdulillah, ini hasil dari kekompakan dan semangat anak-anak sejak awal latihan hingga final,” ujarnya didampingi asisten pelatih Yanuar Maladi Saputro, Kamis (16/10).
Liga yang digelar hampir tiga bulan itu menuntut konsistensi dan ketahanan fisik tinggi. Ku Kayu tampil dominan sejak fase grup, memperlihatkan pola permainan matang dan semangat pantang menyerah.
Rudi tak menampik, persaingan di internal tim pun ikut membentuk mental juara anak asuhnya. “Mereka bersaing sehat untuk menembus line-up utama. Dukungan dari owner dan para orang tua juga sangat besar,” tambah mantan pemain Persiba Balikpapan itu.
Tak berhenti di trofi utama, Ku Kayu juga memborong seluruh penghargaan individu yang diputuskan tim talent scouting. MFakhri dinobatkan sebagai pemain terbaik, Faiz Harianto sebagai kiper terbaik, dan Fikar Akbar Sanjaya sebagai top skor dengan torehan 11 gol.
Dominasi itu menempatkan SSB Ku Kayu sejajar dengan tim legendaris seperti Telkom Balikpapan dan Beruang Madu Sakti (BMS).
Sebagai juara, Ku Kayu berhak atas piala tetap, dana pembinaan, serta voucher penghargaan. Dostep harus puas di posisi runner-up, disusul Mitra Teras dan Telkom di peringkat ketiga bersama.
Baca Juga: Perpisahan Dini PSSI dengan Patrick Kluivert, Berapa Estimasi Pesangon yang Harus Dibayar Federasi?
Dengan torehan tersebut, SSB Ku Kayu bukan hanya mencatat sejarah di Liga Remaja 2025, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai simbol sukses pembinaan sepak bola usia dini di Kota Minyak — tempat lahirnya bibit-bibit masa depan sepak bola Indonesia.
Editor : Ery Supriyadi