KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Atmosfer persaingan olahraga pelajar kembali memanas seiring berjalannya Popda Kaltim XVII 2025 di Penajam Paser Utara (PPU). Euforia peserta maupun pendukung meningkat seiring munculnya kejutan di cabang sepak bola.
Di antara tim yang menjadi sorotan, skuad Kabupaten Paser mencuri perhatian lewat penampilan konsisten sejak fase penyisihan hingga semifinal.
Baca Juga: Final Popda Kaltim 2025: Kukar vs Paser, Siapa Angkat Trofi?
Memulai perjalanan di grup B bersama Samarinda, Balikpapan, dan tuan rumah PPU, tim Paser yang semula dianggap kuda hitam justru tampil meyakinkan.
Dua kemenangan beruntun mereka raih: 3–2 atas Balikpapan dan 2–1 atas PPU. Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Samarinda dengan skor tipis 1–2.
Laju impresif itu berlanjut di semifinal. Paser tampil ganas dan membungkam Kutai Timur dengan kemenangan telak 6–0.
Hasil tersebut memastikan langkah mereka ke final menghadapi Kutai Kartanegara, Kamis (27/11/2025) pukul 15.00 Wita di PPU.
Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser, Abdhy Fermana, menyebut capaian ini sebagai kabar membanggakan bagi daerah.
"Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan. Melaju ke final adalah buah dari pembinaan selama ini,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Dukungan juga datang dari Plt Ketua Askab PSSI Paser, Muhammad Fitriansyah Mubarak. Ia optimistis Paser mampu membawa pulang emas setelah menjalani proses panjang sejak seleksi hingga pemusatan latihan.
Seleksi pemain digelar secara terbuka dengan mengundang pelajar dari seluruh sekolah di Paser.
Dari 208 peserta awal, kemudian mengerucut menjadi 66 pemain, turun lagi menjadi 30 di tahap berikutnya, hingga akhirnya 18 pemain terpilih sebagai tim inti melalui serangkaian uji coba.
Fitriansyah menegaskan bahwa pembinaan tidak berhenti di Popda.
Baca Juga: Empat SMA di Kukar Diusulkan Dinegerikan, Ini Daftarnya
"Persiapan atlet juga diarahkan untuk Porprov Kaltim 2026, yang akan digelar di Paser sebagai tuan rumah,” jelasnya.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang terus mendorong peningkatan prestasi sekaligus pengembangan sport tourism.
Pelatih tim Popda Paser, Randy Rachman, mengatakan fokus utama menjelang final adalah menjaga stamina serta kekompakan tim.
"Kita tahu lawan di final punya performa bagus. Kondisi pemain akan terus kami pantau dan motivasi agar siap tampil maksimal,” kata Randy. (*)