KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sebanyak 450 atlet muda dari 31 provinsi ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia kategori cadet dan junior tahun 2026 yang digelar di GOR Serbaguna di Stadion Kadrie Oening, Samarinda, yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 April.
Jumlah peserta yang besar ini menegaskan Samarinda sebagai salah satu pusat pembinaan atlet taekwondo usia dini di tingkat nasional.
Ketua panitia pelaksana, Charles, dalam laporannya menyebutkan, kejuaraan ini diikuti 259 atlet kategori cadet dan 191 atlet kategori junior. “Total ada 450 atlet yang berpartisipasi, berasal dari 31 provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Cari Manajer Profesional untuk Porprov VIII Kaltim, Perbasi Balikpapan Utamakan Kemampuan Anggaran
Menurut Charles, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi atlet-atlet muda untuk meningkatkan kualitas dan prestasi. Ia menilai, tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme daerah dalam mendorong regenerasi atlet taekwondo.
“Kejuaraan ini kami harapkan dapat menjadi sarana pembinaan atlet serta meningkatkan prestasi taekwondo Indonesia ke depan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia serta Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kaltim yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Puluhan provinsi yang ambil bagian di antaranya berasal dari Pulau Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu. Dari Pulau Jawa hadir DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.
Baca Juga: Gandeng Balistik, Kejuaraan Bola Tangan Crystalin Championship 2026 Siap Digeber
Sementara dari Kalimantan, seluruh provinsi turut ambil bagian, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Partisipasi juga datang dari kawasan Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Tengah.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang dapat bersaing di level nasional hingga internasional. Selain itu, penyelenggaraan di Samarinda turut memberikan dampak positif terhadap geliat olahraga sekaligus ekonomi daerah. (*)
Editor : Duito Susanto