KALTIMPOST.ID - Van belt merupakan komponen vital pada motor matic yang berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui sistem transmisi CVT.
Karena posisinya yang tersembunyi di dalam rumah CVT, banyak pemilik motor kerap melupakan kondisi karet penggerak ini.
Padahal, pemakaian terus-menerus akan menyebabkan keausan fisik yang berisiko membuat motor kehilangan tenaga secara mendadak.
Baca Juga: Marc Marquez Disebut Lebih Pintar dari Pebalap Lain, Begini Cara Dia Menjebak Rival!
Berikut adalah tiga hal penting yang perlu diperhatikan pengendara untuk mendeteksi masalah pada CVT:
1. Muncul suara decitan dan getaran tidak normal
Bunyi berdecit saat motor mulai bergerak dan getaran berlebih saat akselerasi awal menjadi indikasi awal adanya gangguan pada van belt atau komponen transmisi lainnya.
2. Periksa kondisi fisik dan usia pakai
Usia pakai ideal van belt umumnya berkisar antara 20.000 hingga 24.000 kilometer, namun bisa lebih cepat jika motor sering membawa beban berat atau melintasi medan sulit.
Baca Juga: Indonesia Resmi Pungut Pajak Minimum Global 15 Persen, Ini Perusahaan yang Wajib Bayar
3. Gunakan suku cadang orisinal
Saat tiba waktunya penggantian, pastikan selalu menggunakan komponen asli yang sesuai dengan spesifikasi motor untuk menjaga kinerja transmisi dan keandalan kendaraan.
Selain penggantian rutin, mekanik perlu membuka rumah CVT secara berkala untuk membersihkan ruang tersebut dari kotoran.
Pemeriksaan menyeluruh mengikuti buku manual biasanya dilakukan pada kelipatan 8.000 kilometer agar kondisi komponen lain tetap terpantau dengan baik.***
Editor : Dwi Puspitarini