KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Jumlah guru di Kabupaten Paser, meskipun ada penambahan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tidak bisa memenuhi jumlah kebutuhan di seluruh desa dan kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser M Yunus Syam mengatakan, tiap tahun rata-rata ada 20 guru meninggal dunia di Paser. Ini terjadi beberapa tahun terakhir. Khusus saat pandemi Covid-19 lalu paling banyak.
"Belum lagi dengan yang pensiun, rata-rata ada 100 lebih guru pensiun tiap tahun," kata Yunus, Kamis (9/1).
Yunus mengatakan pemerintah daerah mau tidak mau harus tetap membuka lowongan guru pengajar pengganti (jarti) tiap tahun. Untuk yang saat ini yang statusnya juga belum diangkat P3K, dia mengatakan agar tidak khawatir.
"Insyaallah formasi tenaga pendidik selalu diprioritaskan pemerintah pusat dan daerah, jadi yang belum bisa daftar P3K mohon bersabar," kata mantan Kabid Pendidikan Dasar itu.
Pada 2024 lalu , dari 913 Pegawai Tidak Tetap (PTT), Pemkab Paser resmi beralih status menjadi P3K. Mereka terdiri dari tenaga pendidik paling banyak yaitu 545, tenaga kesehatan 298, dan tenaga teknis 63 orang. (*)
Editor : Ismet Rifani