LOKSADO - Warga Kaltim khususnya Kabupaten Paser yang ingin mencoba wisata baru bertema Outbound di sungai, mungkin bisa dicoba ke Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Meski beda provinsi dengan Kaltim, letak Loksado hanya sekitar 5 jam dari Kabupaten Paser menggunakan perjalanan darat. Wisata ini cukup hits di Kalsel. Lokasinya yang berada di Pegunungan Meratus, memberikan suasana asri dan sungainya yang jernih.
Wahana populernya adalah bermain arung jeram di aliran Sungai Amandit yang deras dan penuh bebatuan. Opsi wahananya ada tiga, menggunakan rakit bambu, ban, dan perahu. Ada juga wahana lain mendaki gunung, goa dan air terjun.
Wahana paling khas adalah naik Rakit Bambu atau disebut “Balanting Paring”. Kegiatan ini rupanya adalah budaya penduduk setempat sejak puluhan tahun lalu.
Pemandu profesional yang merupakan warga setempat Udin mengatakan, dulunya sebelum ada akses darat, rakit bambu ini digunakan warga untuk transportasi sungai menuju desa dan kecamatan lain di HSS.
"Akhirnya sekarang jadi wahana wisata," kata Udin.
Dengan naik Rakit Bambu, wisatawan bisa menyusuri Sungai Amandit dan menikmati alam Loksado lebih dekat. Setiap naik satu Rakit Bambu, maksimal 3 wisatawan akan mendapat 1 orang pemandu profesional. Jadi pasti aman. Wahana ini cukup aman, meskipun membawa balita berusia minimal 3 tahun.
Kaltim Post sempat mencoba wahana ini bersama rombongan Karang Taruna Kecamatan Kuaro dan dipimpin Camat Kuaro Finandar Astaman. Jalur yang ditempuh sekitar 15 kilometer atau sekitar 2 jam.
Selama dua jam, kita bisa menikmati keindahan alam Loksado yang berada di bawah Bukit Meratus. Tentunya yang paling seru saat melewati trek bebatuan turunan. Ada juga spot istirahat atau seperti Rest Area di tengah hutan, banyak warung lokal menjual menu gorengan dan mi instan.
Finandar mengatakan wisata ini jadi opsi warga Paser yang mencari suasana baru wisata alam. Dia sudah dua kali sebelumnya berkunjung ke sini.
"Banyak juga saya liat wisatawan Kaltim yang datang ke sini selain Paser, seperti dari Bontang," katanya.
Kesuksesan Loksado menghidupkan wisata alam menurutnya perlu ditiru Kabupaten Paser khususnya tingkat kecamatan dan desa.
"Kami ke sini tentunya mau melihat bagaimana pengelola dan masyarakat memajukan wisatanya," kata Finandar. (jib)
Editor : Muhammad Ridhuan