Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DPRD PPU Dukung Peningkatan Kemampuan Pembudidaya Rumput Laut, Butuh Bantuan Pengelolaan Pascapanen

Ahmad Maki • Rabu, 23 Oktober 2024 | 07:10 WIB
Sujiati
Sujiati

KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, mendorong pemerintah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pembudidaya komoditas rumput laut di Kabupaten PPU.

Sujiati menjelaskan, selama ini para petani tambak penghasil rumput laut masih terkendala pengetahuan dan peralatan yang memadai untuk memaksimalkan potensi yang ada. 

"Makanya kita akan mencoba untuk meningkatkan kualitas rumput lautnya. Biar harga jualnya itu meningkat," ujar Sujiati di Gedung DPRD Kabupaten PPU, Selasa (22/10).

Sujiati menerangkan, selama ini penghasil petani tambak relatif kecil, yakni berkisar di harga Rp 3 ribu per kilogram.

Karena proses pascapanen sampai mengeringkan rumput laut masih dilakukan secara tradional. Yakni dengan menjemur rumput laut beralaskan tanah di tengah terik matahari.

 Baca Juga: Anggota DPRD PPU Ini Dukung Program Pembinaan Nelayan oleh Diskan PPU

"Jadi cuma dijemur kemudian dikumpulkan para pengepul," katanya.

Sementara itu, para pengepul yang melakukan pemilahan dan menata rumput laut dengan kemasan yang lebih baik sudah bisa meningkatkan harga jual komoditas tersebut. Bahkan mencapai dua kali lipat dari harga yang diterima oleh petani tambak.

"Kami sudah tanya kepada para petani, bagaimana caranya meningkatkan harga atau keekonomian dari komoditas rumput laut itu," ulasnya. 

Berdasarkan hasil laporan petani tambak, mereka memerlukan bantuan atau pembinaan pengelolaan rumput laut pascapanen.

Akhirnya Sujiati menindaklanjuti usulan tersebut kepada Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten PPU, untuk merumuskan program yang bisa membantu para petani tambak dalam upaya meningkatkan keekonomian komoditas rumput laut yang melimpah di kabupaten ini.

 "Untuk kapasitas petaninya ya harus kita tingkatkan," tegasnya.

Sujiati menerangkan, pascapanen rumput laut memang memerlukan penanganan khusus. Yakni dijemur dengan metode yang baik dan harus menyediakan gudang khusus sebagai tempat penyimpanan.

"Jadi harus dipilah, karena mereka biasanya proses penjemuran sampai selesai hanya ditaruh di atas tanah begitu saja, jadinya kotor," ungkapnya.

Sujiati lalu menyampaikan komitmen dan dukungannya untuk petani tambak komoditas rumput laut. Utamanya terhadap petani tambak di Kabupaten Babulu dan Waru. Harapannya harga jual komoditas tersebut juga dapat ditingkatkan. Setidaknya bisa lebih baik dari harga saat ini.

"Saat ini belum dikonsumsi masyarakat di daerah karena harus diolah. Nanti kita coba ke arah sana tapi yang penting bagaimana agar kualitas rumput laut kita tingkatkan," ucapnya.

Lebih jauh, politikus perempuan dari Fraksi Partai Gerindra tersebut memastikan bahwa potensi pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten PPU dapat terus ditingkatkan. Karena dikembangkan di kolam tambak. Sehingga tidak terpengaruh oleh ombak laut dan sebagainya.

 Baca Juga: Ketua DPRD PPU Raup Muin: Tingkatkan Kualitas SDM Lokal, Daerah Butuh Riset dan Inovasi

"Jadi lebih mudah perawatannya, bibitnya ditebar di tambak maka setiap satu bulan panen," imbuhnya. (ami/far)

 

 

Editor : Faroq Zamzami
#dprd ppu #nelayan #rumput laut