KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pentingnya upaya meningkatkan perputaran perekonomian lokal di tengah tantangan fiskal nasional.
Menurutnya, komunitas seperti Himpunan UMKM Taman Alun-Alun (HUTA) bukan sekadar wadah usaha, tetapi juga bagian dari strategi pemulihan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya dalam perayaan ulang tahun pertama HUTA yang berlangsung di Alun-Alun Penyembolum, Sabtu (18/10).
Mudyat menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap peran HUTA dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. “Taman Alun-Alun bisa terus maju. Itu salah satu cara kita meningkatkan perekonomian PPU. Pemerintah daerah akan semaksimal mungkin mendukung UMKM agar terus hidup,” ujar Mudyat saat diwawancarai di sela-sela acara.
Menurut Mudyat, keberadaan HUTA menjadi simbol semangat kolektif masyarakat dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Meski di tengah tantangan pemotongan dana transfer daerah dari pusat, dia optimistis PPU tetap bisa bertahan dan berkembang.
“Seluruh pemerintahan se-Indonesia memang sedang mengalami goncangan karena pemotongan dana transfer daerah yang luar biasa. Tapi kita berharap PPU bisa tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Saat ini, lebih 100 pelaku UMKM telah bergabung dalam naungan HUTA. Mereka datang dari berbagai kelompok dan latar belakang usaha, mulai kuliner, kerajinan, hingga jasa kreatif.
“Kami harapkan mereka bisa berhimpun bersama, menyatukan visi dan misi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. UMKM itu bukan ajang persaingan, tapi wadah untuk saling mendukung agar masyarakat hidup lebih layak dan sejahtera,” imbuhnya.
Pemkab PPU, kata Mudyat, berkomitmen memberi dukungan penuh. Mulai penyediaan ruang usaha, pembinaan rutin, hingga rencana menjadikan Alun-Alun Penyembolum sebagai pusat aktivitas UMKM yang hidup setiap hari, bukan hanya di akhir pekan.
“Kita akan gelar diskusi, pembinaan, dan berbagai kegiatan. Targetnya, UMKM tidak hanya berjualan saat event besar, tapi bisa hidup setiap hari,” tegasnya.
Acara peringatan HUTA dimeriahkan dengan berbagai hiburan menarik, mulai musik, pertunjukan seni lokal, hingga pembagian doorprize bagi pengunjung. Tidak ketinggalan, puluhan stand UMKM yang menjajakan kuliner khas daerah turut mencuri perhatian pengunjung dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau.
Penampilan penyanyi lokal dan tarian tradisional karya anak-anak Penajam menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil memikat ribuan penonton hingga larut malam. Sorak sorai, gemerlap lampu panggung, dan suasana kebersamaan menciptakan malam yang penuh semangat.
Perayaan itu tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol sinergi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan ekonomi lokal.
“Harapan saya, UMKM terus berbenah, meningkatkan kualitas dan kuantitas usahanya. Bersama pemerintah, kita ingin mewujudkan masyarakat PPU yang lebih sejahtera,” imbuhnya. (*)
Editor : Dwi Restu A