PENAJAM- Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan bahwa praktik perundungan atau bullying di lingkungan sekolah tidak boleh lagi terjadi. Pemerintah daerah, kata dia, siap turun tangan apabila ditemukan kasus bullying yang berdampak pada siswa hingga putus sekolah.
“Jangan sampai ada anak yang ke sekolah lalu mengalami masalah seperti ini. Pemerintah pasti akan turun tangan, bahkan bisa melibatkan pihak kepolisian. Jika ada laporan, akan ditelusuri siapa yang ke sekolah, apa penyebabnya, dan kita akan carikan solusi-solusinya,” ujar Mudyat Noor, ditemui usai menyerahkan bantuan berupa Program Kartu Penajam Cerdas (KPC), kepada sekitar 180 penerima manfaat yang berkumpul di SMP Negeri 13 Kecamatan Waru, Kamis (18/12/2025).
Ia juga menanggapi informasi adanya siswa yang putus sekolah akibat bullying. Menurutnya, pihak sekolah sejatinya memiliki peran penting melalui layanan Bimbingan Konseling (BK) untuk mencegah dan menangani persoalan tersebut sejak dini.
Baca Juga: Mudyat Noor Serahkan Kartu Penajam Cerdas di Waru: Penerima Manfaat Capai Ribuan Warga
“Kita harapkan BK di sekolah sudah bisa memberikan saran dan pendapat kepada para siswa. Bisa saja nanti disatukan kembali, atau dipisah kelas, atau diatur kelompok pertemanannya. Yang pasti, bullying di sekolah sudah harus tidak ada lagi karena ini sudah menjadi pembahasan yang ramai dibicarakan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Mudyat Noor mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU untuk melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah, termasuk menelusuri penyebabnya.
“Oh, itu harus. Kepala Disdikpora harus mendata anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena apa, itu harus kami cari tahu,” katanya. Menurut Mudyat, upaya pencegahan bullying sebenarnya telah dilakukan melalui pendidikan karakter yang diberikan di sekolah setiap pagi. Ia berharap dengan penguatan pendidikan karakter tersebut, praktik perundungan di lingkungan sekolah dapat terus menurun dan tidak kembali meningkat. “Itu yang kita harapkan,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki