KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru), stabilitas harga pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terpantau terkendali. Berdasarkan data Panel Harga Pangan per Senin (22/12), mayoritas komoditas pokok di wilayah "Serambi Nusantara" tidak mengalami lonjakan harga yang ekstrem, bahkan beberapa di antaranya cenderung turun.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga di pasar secara real-time untuk memastikan keterjangkauan daya beli masyarakat.
“Kami sudah menghimpun data per awal pekan ini, dan hasilnya menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan. Stok pangan kita pastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga PPU hingga memasuki Januari 2026 mendatang,” ujar Mulyono saat ditemui Selasa (23/12).
Baca Juga: Inovasi Pelayanan Publik, Kapolres PPU Raih Penghargaan Nasional Outstanding Achievement Award 2025
Analisis Harga Komoditas Pokok
Data menunjukkan bahwa sektor perikanan dan bumbu dapur mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, yang menjadi angin segar bagi konsumen.
Seperti, ikan dan produk laut terdapat penurunan harga terdalam terjadi pada ikan bandeng yang turun 8,06 persen menjadi Rp 28.500 per kilogram, disusul ikan tongkol (Rp 30.000) dan ikan kembung (Rp 35.000) yang masing-masing turun lebih dari 6 persen.
Kemudian, untuk komoditas beras premium turun tipis ke harga Rp 15.733 per kilogram, sementara beras medium di angka Rp 13.736 per kilogram. Beras SPHP tetap stabil di harga Rp 13.000 per kilogram.
Berikutnya, cabai dan bawang. Cabai merah keriting mengalami penurunan 2,07 persen menjadi Rp 59.167 per kilogram. Namun, masyarakat perlu memperhatikan kenaikan tipis pada bawang putih bonggol yang naik 1,98 persen menjadi Rp 39.333 per kilogram.
Meskipun ada kenaikan pada beberapa item seperti daging ayam ras (naik 0,82 persen menjadi Rp 41.167 per kilogram, dan tepung terigu curah (naik 2,90 persen menjadi Rp 9.833 per kilogram), Mulyono menilai hal tersebut masih dalam batas toleransi pasar menjelang hari besar.
Baca Juga: Pembahasan UMK PPU 2026 Terancam Deadlock, Pengusaha dan Buruh Saling Kunci Argumen
Komitmen Pemerintah Daerah
Mulyono menambahkan, keberadaan data panel harga ini sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis. Ia juga mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam menjaga rantai pasokan.
“Fokus kami adalah memastikan distribusi dari produsen ke pasar tidak terhambat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk belanja dengan bijak sesuai kebutuhan dan tidak perlu khawatir akan kelangkaan stok,” tambahnya.
Beberapa komoditas penting lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga (0,0 persen), seperti daging sapi murni yang bertahan di Rp 150.000 per kilogram, telur ayam ras di Rp 30.000 per kilogram, dan minyak goreng curah di Rp 20.000 per liter.
Dengan kondisi harga yang terjaga ini, diharapkan perayaan akhir tahun di PPU dapat berlangsung kondusif tanpa terbebani oleh kenaikan biaya hidup yang drastis.(*)
Editor : Thomas Priyandoko