KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah bersiap memperkuat identitas kedaerahannya melalui penamaan infrastruktur publik.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) PPU kini tengah serius menggodok usulan penamaan sejumlah ruas jalan di wilayah Bumi Benuo Taka ini dengan menggunakan nama-nama tokoh adat dan pahlawan lokal Paser.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga memori kolektif masyarakat terhadap jasa para tokoh masa lalu yang telah berjuang dan membangun peradaban di tanah Paser.
Paidah Riyansyah, kepala Bidang Budaya dan Pariwisata DPD LAP PPU, mengungkapkan bahwa usulan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian sejarah agar generasi mendatang tidak kehilangan akar budayanya.
Baca Juga: Laporan Pembegalan di Girimukti PPU Terungkap Tidak Benar, Ternyata Uang Dipakai untuk Judi Online
“Kami ingin setiap ruas jalan di PPU memiliki muruah sejarah. Dengan menyematkan nama tokoh adat dan pahlawan lokal, masyarakat akan terus ingat bahwa daerah ini dibangun di atas fondasi perjuangan tokoh-tokoh hebat kita terdahulu,” kata Paidah Riyansyah, Kamis (26/2).
Membedah Nama-Nama Tokoh yang Diusulkan
Berdasarkan draf usulan yang sedang dimatangkan, sejumlah nama besar telah disiapkan untuk menghiasi jalan-jalan protokol maupun jalan lingkungan di PPU.
Beberapa di antaranya meliputi Sultan Aji Muhammad Alamsyah. Ia diusulkan untuk jalan utama Coastal Road, merujuk pada sosok Sultan Paser pertama yang memimpin sekitar 1703-1738 Masehi.
Kemudian, Jalan H. Aji Berma, dan nama tokoh yang memiliki sejarah heroik melawan tentara Jepang pada tahun 1945 di wilayah Riko.
Pangeran Perwira Negara dan Pangeran Panji Perwira Negara pun diusulkan untuk menjadi nama jalan. Dua bangsawan Paser yang dikenal karena kegigihannya melawan penjajah Hindia Belanda hingga harus menjalani pengasingan di luar Kalimantan.
Baca Juga: Jamin Keamanan Ibadah Ramadan 1447 H, Polres PPU Kerahkan Pasukan Gabungan
Ada juga usulan tokoh ulama dan pembaharu. Selain bangsawan, usulan juga mencakup tokoh agama seperti Tuan Imam Pawah dan Pangeran Abu Mansyur Indra Jaya yang berjasa menyebarkan agama Islam di Kerajaan Paser sejak abad ke-16.
Selain nama tokoh, beberapa nama bermakna filosofis lokal juga diusulkan, seperti Jalan Benuo Taka (Jalan Negeri Kita) dan Jalan Taka Berkerai (Jalan Kita Bersatu) untuk mempererat rasa persatuan warga PPU.
Draft sementara yang diusulkan saat ini lebih dari puluhan nama dengan latarbelakang dan alasan usulan.
Sinergi untuk Identitas Daerah
Pihak LAP PPU berharap pemerintah daerah dapat menyambut baik draf usulan ini. Menurut Paidah, penamaan jalan bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari literasi sejarah di ruang publik.
Baca Juga: Menjaga Muruah Paser di Tengah Arus IKN, Budaya Adalah Benteng Jati Diri
“Selama ini banyak jalan yang belum bernama atau hanya menggunakan nama umum. Dengan menggantinya menjadi nama pahlawan lokal seperti Panglima Sentik atau Pembekal Dode, kita secara otomatis memberikan edukasi sejarah kepada siapa pun yang melintasi jalan tersebut,” tambahnya.
Kegiatan diskusi mengenai usulan ini terus dilakukan secara intensif agar data sejarah yang dicantumkan dalam lampiran usulan tetap akurat dan representatif bagi perjuangan masyarakat Paser di era kerajaan hingga kemerdekaan.(*)
Editor : Almasrifah